Bupati Kuningan Akui Pengumuman Indeks Kedalaman Kemiskinan oleh Gubernur Jabar Berdasarkan Data


KUNINGAN - Bupati Kuningan, H Acep Purnama, mengakui bahwa "pengumuman" terkait Kabupaten Kuningan yang memiliki indeks kedalaman kemiskinan tinggi di Jawa Barat, adalah berdasarkan data yang dimiliki Gubernur Jabar, H M Ridwan Kamil.

Acep awalnya mengaku kaget dengan apa yang diumumkan oleh Gubernur Jbar tersebut tempo hari. Namun, Ia tak lantas larut dalam opini bahwa Kuningan sebagai Kabupaten Termiskin, seperti yang sedang heboh di masyarakat Kuningan.


"Iya Saya sempat kaget dengan apa yang diungkapkan Pak Gubernur tersebut. Namun hal itu buat Kami, akan dijadikan motivasi bagaimana langkah ke depan, " ujar Acep saat ditanya kuninganreligi.com beberapa waktu lalu.

Langlah yang akan diambil Pemkab Kuningan untuk menanggulangi tingginya indeks kedalaman kemiskinan ini, imbuhnya, adalah untuk berupaya agar indikator penyebab kemiskinan ini bisa dibalik jadi parameter dalam upaya pengentasan kemiskinan.

"Walaupun Kabupaten Kuningan disebut pertama kali oleh Gubernur, bukan berarti Kuningan di urutan yang pertama," Acep berpendapat demikian.

Apa yang disampaikan Gubernur RK, kata Acep, tentu sesuai data yang dimilikinya. Ia pun tidak menyangkal data tersebut. Namun pihaknya akan melakukan tracking apakah data yang dismpaikan itu sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak.

"Masyarakat dimohon tidak terganggu dengan ungkapan Pak Gubernur ini. Toh kita saat ini sedang terus melakukan upaya pemulihan ekonomi pada masa Pandemi COVID-19 ini," ujarnya.

Acep mengklaim, kebijakan ekonomi, recovery ekonomi, pemulihan sosial sudah dilakukan pihaknya, di antaranya adalah dengan melakukan refokusing anggaran untuk menyasar warga miskin baru yang terdampak pandemi.

"Setidaknya kita akan berupaya mencapai kelayakan terlebih dahulu, jika untuk mencapai yang terbaik dirasa berat," pungkasnya. 


Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, H M Ridwan Kamil, menyebutkan bahwa beberapa kabupatren/kota di Jawa Barat dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan indeks kedalaman kemiskinan akibat pandemi COVID-19. Ia menyebutkan beberapa kabupaten/kota yang terparah dalam hal indeks kedalaman kemiskinan ini, salah satunya adalah Kabupaten Kuningan.(Nars)

No comments

Powered by Blogger.