Fenomena "Desa Milyarder" Versi Desa Kawungsari

KUNINGAN - Fenomena "Desa Miliarder" seperti yang ditemukan di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terjadi pula di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan. 

Jika di Tuban warga bergelimang uang paska menjual tanah pada PT Pertamina, maka di Kawungsari, mereka mendadak kaya, paska mendapat ganti untung dari gusuran pembangunan Bendungan Kuningan. 


Pada awal Februari 2021 ini, warga Kawungsari mendapat ganti untung dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. 

Paska menerima uang tunai sejumlah itu, warga Desa Kawungsari ramai-ramai memborong beberapa unit sepeda motor dan mobil.

Kepala Desa Kawungsari, Kusto, saat ditemui di kantornya, pada Senin (22/02/2021) menyebutkan bahwa ada sekira 300 unit sepeda motor baru yang dibeli warganya paska mendapat uang ganti untung dari pemerintah tersebut.

 "Tidak hanya motor, ada juga warga yang membeli mobil baru maupun second. Kalau mobil ada sekitar 30 unit yang baru maupun yang bekas," katanya.

Perilaku warga yang membeli kendaraan ini, imbuhnya tidak terlepas dari rasa ingin memiliki kendaraan seperti tetangganya yang lain.

Akibatnya, ke wilayah yang akan digenangi air pada Juli 2021 ini, banyak didatangi para agen penjualan sepeda motor dan mobil. 

"Setiap ada kendaraan baru yang datang, warga ramai melakukan saweran sebagai rasa syukur. Saweran ini adalah tradisi membagi rezeki dengan melempar uang recehan hingga kertas ke warga yang sudah berkumpul sebelumnya, " sebut Kusto.

Selain unit kendaraan, warga juga banyak yang membelikan uangnya pada perhiasan emas.

Untuk diketahui, pembangunan Bendungan Kuningan membuat enam desa dumi wilayah tersebut akan tergenangi air. Warga mendapat ganti untung dari rumah dan lahan yang mereka tinggalkan akibat terdampak bangunan bendungan tersebut.

Di Desa Kawungsari sendiri ada 362 kepala keluarga yang harus merelakan rumah dan lahannya dibeli oleh pemerintah guna melancarkan proyek nasional tersebut.


"Ada 386 bidang tanah beserta bangunan milik warga yang dibeli pemerintah. Dari total bidang tanah itu, baru 279 bidang yang telah mendapat uang ganti untung sebesar Rp 149 miliar," tandasnya.

Warga setempat mendapat uang ganti untung pada kisaran Rp 150 juta hingga Rp 1,6 miliar per kepala keluraga. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.