Kerugian Rp 334,5 Juta, Belasan Ribu Ayam Tak Terselamatkan, Kebakaran Hebat Hanguskan Kandang di Desa Salareuma

KUNINGAN - Sejumlah 14 ribu ekor ayam broiler milik H Junaedi, warga Dusun Wage Rt 009 Rw 005 Desa Salareuma Kecamatan Cipicung, ludes terpanggang Si Jago Merah, pada Jum'at (19/02/2021) dini hari.

Tak hanya belasan ribu ekor ayam, bangunan kandang seluas 720 meter persegi, juga hangus tak tersisa, jadi arang dan rata dengan tanah.



Kejadian kebakaran hebat di sebuah kandang ayam broiler ini diduga akibat bara api dari pembakaran briket batu bara yang digunakan untuk sistem pemanas suhu kandang menimbulkan api dan membakar material kandang yang mudah terbakar.

Saksi mata, Samsu (45 tahun), pekerja di kandang tersebut menuturkan bahwa sebelum terjadi kebakaran, pada Kamis (18/02) sore, sekira pukul 16:00 WIB, Ia dan rekannya, Omay, seperti biasa membuat sistem penghangat suhu kandang dengan membakar briket batu bara.

"Saya mengerjakannya hingga pukul 19:00 WIB malam. Setelah selesai, kemudian kami meninggalkan kandang untuk beristirahat di ruangan terpisah," ujar Samsu.

Lewat tengah malam, menjelang pukul 02:00 WIB saat ke luar ruangan, mereka  melihat kandang sudah dilalap api yang sangat besar.

"Kami langsung berupaya memadamkan api dengan alat yang ada, sayangnya lokasi kandang jauh dari pemukiman warga. Jadi kami tak mampu berbuat banyak, api semakin membesar," tutur Samsu.

Baru pada Jum'at waktu subuh, warga lainnya, Taslim (45 tahun) mengetahui kejadian kebakaran kandang ini. Ia memberitahu warga sekitar untuk membantu memadamkan api. Bahkan pemilik kandang pun diberitahu olehnya.

Sayangnya, upaya warga juga tak berhasil menaklukkan Si Jago Merah yang sudah menghanguskan seluruh bagian kandang.

Terpisah, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti, membenarkan terjadinya kebakaran hebat di kandang yang berlokasi di Desa Salareuma tersebut.

Baca juga:  Pohon Beringin Raksasa Berusia Ratusan Tahun di Situs Buyut Salam Tumbang

"Iya, lokasi kandang yang jauh dari pemukiman warga dan lambatnya laporan ke kantor kami, alhasil bangunan kandang dan isinya tak bisa diselamatkan," ujar Khadafi.

Laporan yang masuk ke pihak Damkar Kuningan, imbuhnya, baru masuk pada pukul 11:00 WIB siang. Itu pun dari aparat kepolisian Polsek Ciawogebang, yang juga menerima laporan warga pukul 07:00 WIB pagi.

"Upaya yang kami lakukan hanya mengutus 2 orang petugas ke lokasi untuk melakukan investigasi dan pendataan," sebutnya.



Selain dari pembakaran briket batu bara, penyebab hangusnya kandang tersebut, kata Khadafi, adalah tidak ditemukan sistem proteksi kebakaran aktif maupun pasif di sekitar lokasi kandang.

Ia memperkirakan, total kerugian yang menimpa pemilik kandang adalah sejumlah Rp 334,5 Juta. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.