Peneliti Anggap Perumda Bisa Berperan sebagai Akselerator Merubah Predikat "Kuningan Termiskin"

KUNINGAN - Sebutan "Kabupaten Termiskin" di Jawa Barat, akhir-akhir ini melekat pada Kabupaten Kuningan paska Gubernur Ridwan Kamil mengumumkan kabupaten/kota dengan indeks kedalaman kemiskinan tertinggi di masa pandemi COVID-19.

Sebutan "Kabupaten Termiskin" ini mendapat sorotan dari beberapa lembaga di Kuningan, tak terkecuali dari Kuningan Institute. 



Salah seorang peneliti Kuningan Institute, Dani Ramdhani, mengungkapkan bahwa predikat "Kabupaten Termiskin" di Jabar, yang disandang Kuningan harus jadi koreksi berjamaah para stakeholder untuk saling bahu membahu dalam mengatasinya.

Ia memberikan pandangan bahwa keberadaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang sebelumnya dikenal sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seharusnya bisa jadi andalan pemerintah daerah dalam membangkitkan perekonomian masyarakat.

"Dengan adanya pemberitaan bahwa Kuningan merupakan kabupaten termiskin di Jawa Barat, seharusnya PERUMDA kedepan menjadi bagian dari akselerator untuk menangani kondisi ini," ungkap Dani, Rabu (10/02/2021).

Selain itu, Dani berpendapat bahwa Kuningan dengan banyaknya UMKM lama ataupun baru, munculnya bisnis kreatif dan mulai lahirnya e-commers di kalangan pebisnis millenial merupakan modal awal potensial yang bisa dilipatgandakan dampaknya terhadap pertumbuhan perekonomian. 

"Potensi tersebut harus bisa dikolaborasikan dengan peran Perumda yang ada, tentunya tidak lepas dari keperpihakan pemerintah dalam melahirkan kebijakan maupun stimulan untuk merekatkan kolaborasi antar mereka," imbuhnya.

Dirinya berharap, Perumda bisa menjadi salah satu akselerator dengan mengkolaborasikan dan mengharmonisasikan program dengan para pegiat usaha. 

"Karena mereka dibekali modal dan instrumen peraturan pendukung lainnya, tentunya inovasi dan kreatifitas menjadi modal utama bagi SDM yang ada di Perumda, tanpa itu saya kira hanya sebuah harapan semu," ujar Dani

Ia menambahkan, bahwa Perumda dapat mendongkrak dan bisa jadi mitra realisasi investasi dengan berprinsip kepada keberlanjutan dan mengedepankan kepentingan publik.

"Perumda ini harus mampu mendongkrak realisasi investasi di Kuningan dengan mengedepankan prinsip-prinsip yang berkelanjutan serta juga mengedepankan kepentingan publik," tandas pria jebolan salah satu kampus di Jakarta ini.

Dirinya juga meminta agar Perumda dan dinas terkait dapat melihat segala bentuk peluang yang ada dan konsisten dalam setiap langkah yang dilakukan.



"Saya berharap agar Perumda dan dinas terkait mampu mengambil setiap celah peluang yang ada dengan sikap optimisme. Dan yang lebih penting adalah setiap kebijakan yang diambil harus konsisten dan dapat diukur hasilnya," ucapnya.

Hasil tersebut, kata Dani, yaitu pengendalian pandemi dan kemiskinan. Karena dengan tidak terkendalinya pandemi akan menghambat mobilitas dan realisasi rencana program kerja yang sudah disusun. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.