BNN: Kuningan Zona Merah Sabu, Maka Dibentuk Satgas Desaku Bersinar

KUNINGAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan menyatakan bahwa di Kabupaten Kuningan saat ini sudah masuk zona merah peredaran narkotika, terutama jenis sabu. Hal itu dikatakan Kepala BNN Kabupaten Kuningan, AKBP Irfan Nurmansyah, saat agenda pencanangan Desaku Bersih Narkotika (Bersinar) di Desa Ancaran Kecamatan Kuningan, pada Kamis (18/03/2021). 

Pihaknya menyebut dari target 10 Desa bersinar, telah dilakukan pengungkapan sebanyak 9 desa. Dalam pengungkapan tersebut terdapat kasus mulai dari peredaran obat-obatan terlarang hingga sabu.


"Kita informasikan, Kuningan ini sudah mulai rawan akan peredaran sabu. Sudah mulai zona merah akan sabu," ungkapnya.

Irfan mengatakan sudah mengantongi target-target sasaran dan akan melakukan pengungkapan secepatnya.

Desa Ancaran terpilih jadi pioner dan pilot project Desa Anti Narkoba di Kuningan karena komitmen warganya yang menentang keberadaan narkotika di lingkungannya.

"Pas kita mulai ada di Kuningan, kita melakukan pengungkapan perdagangan ribuan butir obat-obatan terlarang di Ancaran ini. Kemudian selang dua pekan, warga Desa Ancaran berkomitmen untuk menentang keberadaan narkoba," papar Irfan.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Dari situlah, berdasarkan komitmen warga untuk menentang narkoba, maka pihaknya mencanangkan Desa Ancaran sebagai pilot project Desaku Bersinar di Kuningan.

"Sejauh ini sudah ada 6 Desa yang telah kita canangkan sebagai Desaku Bersinar. Namun untuk Ancaran ini kita jadikan yang paling aktif dengan adanya satgas," ujarnya.

Gencarnya pencegahan narkoba di Desa Ancaran, ditandai juga dengan upaya test urine bagi seluruh warga secara bertahap.

"Ini sesuai juga dengan Komitmen Kepala BNN pusat untuk mewujudkan Indonesia Bersinar. Maka langkah tersebut harus diawali dari Desa Bersinar," sebutnya.

Di tempat sama, Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda, yang hadir meresmikan Desa Ancaran sebagai Desaku Bersinar, menyambut baik langkah dari BNN Kuningan untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Kuningan.

"Berterima kasih kepada BNN Kuningan yang sudah melakukan langkah nyata dalam pemberantasan narkoba. Ini adalah salah satu langkah untuk menyelamatkan masyarakat, terutama generasi mudanya," kata Ridho.

Pihaknya berharap ke depan upaya pembentukan Satgas Anti Narkoba dan Desaku Bersinar bisa dilakukan di semua desa yang ada di Kuningan.

"Paling tidak kalau ada satgasnya, para pengedar narkoba akan takut untuk.masuk ke desa kita. Ini langkah baik untuk mempertahankan desa agar bersih dari narkoba," tandasnya.


Narkotika, imbuh Wabup Edo, sapaannya, di kota-kota besar telah menjadi gaya hidup yang merambah ke masyarakat terutama kaum milenial.

"Jangan sampai gaya hidup ini merambat ke desa-desa di daerah kita," tukas Wabup.


Terpantau, dalam kegiatan tersebut dikukuhkan juga puluhan personil Satgas Penggiat Anti Narkoba Desa Ancaran. Dilaksanakan juga test urine bagi warga yang dilakukan secara mendatangi langsung rumah-rumah mereka. Sejauh ini, dari test urine yang dilakukan, hasilnya tidak ada yang positif. 
Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kuningan, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya dan perwakilan dari Kodim 0615/Kuningan. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.