Tina Wiryawati Center Latih Pemuda Karangtaruna Jadi Barista Handal

BANDUNG - Profesi Barista (peracik dan pembuat seduhan kopi) di kedai-kedai kopi, mulai dibutuhkan. Hal ini seiring menjamurnya kedai-kedai kopi ala cafe di berbagai sudut kota di Indonesia.

Di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, hingga saat ini sedah lebih dari 50 kedai kopi aka cafe tersebar di seluruh kecamatan. Tentunya dengan semakin banyaknya kedai kopi tersebut, menuntut agar mereka bisa menyajikan minuman kopi senikmat mungkin agar disenangi konsumen.



Kebutuhan akan profesi barista ini diketahui oleh Anggota DPRD Provinsi Jabar, Hj Tina Wiryawati. Wanita yang konsen terhadap pembinaan pariwisata di daerah asal pemilihannya, Dapil Jabar 13, yang meliputi Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar ini terus mengupayakan pembangunan pariwisata di daerah.

"Iya selain membina desa-desa yang akan mengembangkan wisata di lingkungannya, kita juga mendorong SDM pelaku wisatanya untuk lebih profesional. Kita sering berkolaborasi dengan STIEFARI Semarang untuk ikut melakukan pembinaan," papar Tina kepada kuninganreligi.com, pada Senin (22/03/2021).

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Profesi Barista, ujar Tina, adalah salah satu penunjang menggeliatnya ekonomi masyarakat di bidang wisata. Karena bisnis kuliner seperti kedai kopi ala cafe banyak dicari di sekitar tempat-tempat wisata.

"Pelatihan barista merupakan salah satu program kerja dibawah naungan Tina Wiryawati Center (TWC), " katanya.

Untuk sementara, pihaknya memulai pelatihan barista ini dari Kota Banjar bekerjasama dengan Karangtaruna Sindhulawangi Kelurahan Banjar.

Pihaknya berharap, dengan pelatihan barista bisa memberikan dampak positif untuk kemajuan para pemuda, khusus pengurus Karang Taruna di Kota Banjar. 

"Ke depan kita rencanakan akan mengadakan pelatihan yang sama dengan peserta dari kota lainnya di Dapil Jabar 13, " ucapnya.

Tina juga berharap pelatihan barista ini bisa dilakukan oleh pengurus Karangtaruna didaerah-daerah. Sehingga mereka nantinya bisa membuat kedai kopi dan bisa meningkatkan kesejahteraan pengurusnya.

"Saya berharap, pelatihan barista ini menjadi modal dasar untuk meningkatkan kemampuan dalam hal meracik kopi. Selain kita menikmati kopi, tentunya juga dapat menyajikan kopi yang rasanya lebih nikmat dan dapat dirasakan oleh penikmat kopi-kopi di daerah," tutur Tina.

Sementara, ketua Karang Taruna Sindhulawangi Kelurahan Banjar, Deni Herdiandi,  menyambut baik upaya yang dilakukan oleh TWC dalam membina generasi muda, khususnya untuk mencetak barista-barista handal.

"Ternyata tidak mudah untuk menjadi seorang barista. Barista diharuskan mempelajari metode penyeduhan, termasuk membuat busa, buih dan susu uap untuk campuran berbagai macam minuman berbasis espresso sampai menyiapkan minuman kopi," ungkapnya. 

Deni menambahkan, Barista juga harus mahir dalam menggunakan mesin peracik kopi. Sehingga dapat menciptakan rasa yang berbeda dengan barista-barista lainnya. 


Untuk diketahui, para peserta pelatihan barista dari Kota Banjar diundang oleh TWC  ke Kota Bandung untuk mengikuti pelatihan yang dipandu oleh barista ternama, Kang Reza.

Selama dua hari, mereka dilatih dan diberi pengetahuan serta keterampilan dalam meracik kopi oleh barista profesional. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.