Ads Top

Waktu Dzuhur, Tim Pencari Korban Hanyut Belum Temukan Titik Terang

KUNINGAN - Upaya pencarian Daswi (48 tahun), warga Desa Benda, Kecamatan Luragung yang dikabarkan hanyut di Sungai Cisanggarung, oleh Tim SAR, BPBD Kuningan, FKP3D, TNI dan Polri dimulai Kamis (25/03/2021), sekira pukul 09:00 WIB.

Puluhan petugas, relawan dan masyarakat perlahan menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisanggarung, mulai titik tempat hilangnya korban.

Petugas BPBD Kuningan, Diding "Cutax" mengabarkan bahwa hingga pukul 12:00 WIB, belum ditemukan titik terang keberadaan korban.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Belum ada titik terang Kang. Ini baru tiba di sekitar Desa Kananga menuju Bendungan Desa Cikeusik," ungkapnya.

Dalam penyusuran tersebut, diturunkan 2 unit perahu karet dan perlengkapan rescue perairan.

Terpisah, Kasi Ratlog BPBD Kuningan, Asep Hermana menyebutkan, dalam upaya pencarian korban hanyut tersebut sejumlah petugas dan relawan yang diturunkan sudah memiliki bekal kemampuan Search And Rescue(SAR)/penyelamatan.

"Iya, tentu mereka memiliki pengalaman, baik teori maupun praktek saat berada diatas perairan sungai ini," ujarnya.

Disebutkan, menurut aturan pencarian korban ada ketentuan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan.

"Usaha pencarian korban hanyut di Sungai Cisanggarung itu secara aturan memang ada ketentuan. Biasanya kita upayakan sesuai target itu selama tiga hari dalam tahap pertama melakukan pencarian," terang Asep.

Jika dalam waktu 3 hari belum juga ditemukan, imbuhnya, maka waktu pencarian akan diperpanjang.

Baca juga: Pencarian Ibu Daswi Dilakukan Kamis Pagi

Sebelumnya, diberitakan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, SAR dan relawan lainnya langsung berdatangan ke lokasi pelaporan orang hanyut.

Salah seorang petugas BPBD, Diding, menyebutkan sejak Rabu malam pihaknya sudah berada di Aula Kantor Desa Benda.

"Sementara sudah di TKP nunggu Basarnas. Personil dari BPBD 10 orang dan relawan 14 orang sementara," terangnya.

Selain dari relawan Linggajati, hadir dalam rencana pencarian tersebut dari Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Daerah Jabar dan dari Potsar.


Upaya pencarian orang yang diduga hanyut ini tidak bisa dilakukan pada Rabu malam. Diding mengatakan untuk upaya pencarian di malam hari tidak memungkinkan.

 "Insya Allah pagi ini dimulai penyusuran. Kita berharap di bagian hulu Sungai Cisanggarung tidak terjadi hujan, sehingga debit airnya bersahabat," ungkapnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.