Windusari - Kertayuga "Terputus", Aktivitas Warga Terhambat


KUNINGAN - Tebing sepanjang 36 meter, dengan tinggi 10 meter dan lebar 6 meter di Dusun Pahing Rt.08 Rw.03 Desa Windusari Kecamatan Nusaherang, longsor pada Kamis (25/03) malam alias malam Jumat. 

Longsoran tebing mengakibatkan akses jalan kabupaten penghubung Desa Windusari dengan Desa Kertayuga terputus total.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, pada Jum'at (26/03) sore menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kaji cepat pada pukul 11:00 WIB siang tadi.

"Iya Kang, telah terjadi bencana alam tanah longsor, tadi siang kita ke tkp langsung," ungkap Indra melalui sambungan seluler.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Dalam bencana tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa. Namun menimbulkan kerugian terputusnya akses jalan penghubung dua desa di Kecamatan Nusaherang.

"Jelas, aktivitas warga Desa Kertayuga tergangu akibat putusnya jalan ini. Jumlah penduduk Desa Kertayuga ini ada 334 KK, 927Jiwa," terangnya.

Longsoran tebing, imbuh Indra, terjadi akibat hujan intensitas lebat pada hari Kamis (25/03) sore hingga malam hari.

"Kita telah menurunkan team asessement dan logistik ke lokasi longsor. Dan telah berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan setempat serta pihak TNI-Polri untuk penanganan darurat," paparnya.

Mulai Jumat siang, BPBD Kuningan dan semua komponen sudah melakukan penanganan darurat dengan membuat akses jalan sementara agar warga bisa melintas.

Bencana juga Terjadi di Desa Nusaherang

Pada Kamis (25/03) malam terjadi juga longsoran tembok penahan tebing (TPT) rumah warga di Dusun Wage Rt.02 RW.02 Desa/Kecamatan Nusaherang.


"Terjadi juga longsoran TPT rumah milik Ibu Cicih (79 tahun) yang mengancam terseretnya bagian kamar mandi dan dapur," terangnya.

Volume TPT yang longsor berukuran panjang 15 meter, tinggi 6,5 meter dan lebar 3 meter.

"Untuk mengantisipasi longsoran susulan, kita telah membantu pemasangan terpal penutup," pungkasnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.