Anggota Komisi 3: Temuan Limbah Medis di TPSA Ciniru Sudah Keterlaluan

KUNINGAN - Penemuan limbah medis di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan ditanggapi anggota DPRD Kuningan dari Komisi 3, Sri Laelasari. 

Ditemui ruang Fraksi Gerindra, Selasa (27/04), Sri menyayangkan ditemukannya kembali limbah medis di tempat sampah umum.

"Ini merupakan peristiwa kedua kalinya di masa Pandemi Covid19 di Kabupaten Kuningan. Katanya sudah ada penanganan khusus di rumah-rumah sakit terkait limbah medisnya," ujar Sri.


Penemuan limbah medis di TPSA Ciniru, kata perempuan Anggota Fraksi Gerindra Bintang ini, harus jadi atensi bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan.

"Limbah medis jelas tidak boleh dibuang sembarangan karena jika dibuang di TPS Umum bisa berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan jelas mencemari lingkungan," tandasnya.

Di internal Komisi 3 sendiri, kata Sri, temuan limbah medis di TPSA Ciniru ini akan jadi masukan untuk dibahas bersama. Karena temuan limbah medis bukan hal yang sepele dan harus ditindak lanjut.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Kita akan bahas secara internal di Fraksi Gerindra atau di internal Komisi 3 DPRD Kuningan juga, ya ini sebagai tindaklanjut keseriusan kami di Komisi 3 yang salah satu mitra kerja Dinas LH ," ujarnya.

Dirinya meminta agar oknum pembuang limbah medis bisa ditangkap karena sudah melawan hukum.

Terpisah, pengamat kebijakan pemerintah Kabupaten Kuningan, Soedjarwo, saat ditanya tanggapan perihal temuan limbah medis di TPSA Ciniru ini meyakinkan bahwa limbah berupa sarung tangan karet, bekas infusan, dan bekas obat jelas bukan limbah rumah tangga.

"Ya jelas limbah medis seperti itu bisa dikatakan mustahil dibuang oleh rumah tangga. Limbah seperti itu jelas produk dari institusi kesehatan semisal rumah sakit, puskesmas atau klinik, " ujar Mang Ewo, sapaannya, Rabu (28/04) siang.


Ia mensinyalir ada beberapa instansi kesehatan yang memang enggan mengeluarkan anggaran untuk pengelolaan limbah medis ini, sehingga memilih untuk membuangnya bersama limbah rumah tangga ke TPSA umum.

"Iya dong ini harus dicari siapa instansi kesehatan yang nakalnya. Karena tidak mungkin limbah itu ada di sana kalau tidak dibuang, " tukas Mang Ewo. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.