Bupati Kuningan Kaget Ada Pembuangan Limbah Medis Sembarangan di TPSA Ciniru

KUNINGAN - Bupati Kuningan, Acep Purnama mengaku kaget mendapatkan informasi berserakannya limbah medis yang bercampur dengan limbah rumah tangga di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Sejumlah limbah medis berupa bekas obat-obatan, sarung tangan karet, masker, dan kantung infus ditemukan Selasa (27/04/2021) siang saat kuninganreligi.com melakukan penelusuran di lokasi tersebut.


"Masa sih? Memang sampah apa saja? Wah kok bisa?," kata Acep dengan nada kaget, saat media menanyakan perihal penemuan limbah medis di TPSA Ciniru, Selasa petang.

Sepengetahuannya, pengelolaan limbah medis yang termasuk B3 dari fasilitas kesehatan atau sejumlah rumah sakit di Kuningan sudah dikerjasamakan dengan pihak ketiga di Karawang.

Namun, Ia juga mengaku pusing saat mendengar temuan bahwa masih ada limbah medis berserakan di TPSA Ciniru.

"Pemusnahan limbah medis itu kan tidak bisa sembarangan, harus dibakar pada suhu tertentu dan tertutup, " sebutnya.

Bupati Acep mengaku akan menindaklanjuti temuan limbah medis di TPSA Ciniru ini secepatnya.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Besok lah, Saya akan instruksikan ke lokasi untuk menyelidiki dan mengambil sampel. Kan nanti terlihat dari merk-merk bekas obat itu, pasti ketahuan siapa yang memakainya," terang Acep.

Ia juga tidak menolak bahwa pembuangan limbah medis sembarangan adalah tindakan kriminal.

"Iya lah, enggak boleh, ini pelanggaran berat. Membuang limbah B3 sembarangan itu tindakan kriminal, " tandas Dia.

Ke depan, Pemkab Kuningan, imbuhnya,akan lebih serius dalam penanganan limbah medis ini.

"Besok-besok kita akan programkan soal pengelolaannya. Kita akan merangkul swasta saja, dan coba memanfaatkan sampah tersebut jadi satu hal yang bermanfaat, " tuturnya.

Dalam pengelolaan sampah di TPSA Ciniru ini, Acep juga mengatakan akan menggandeng para pemulung setempat untuk bisa meningkatkan taraf hidup perekonomian mereka.

Terpisah, petugas UPTD TPSA Ciniru, Shala, mengklaim bahwa soal pembuangan limbah medis di TPSA yang dikelolanya di luar pengetahuannya.

"Dari Dinas LH sudah ada edaran ke fasilitas kesehatan seperti RS, klinik dan Puskesmas agar mengelola limbah medis terpisah dari sampah rumah tangga dan ditangani khusus. Kita tidak pernah menerima pembuangan limbah medis di sini, " tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah limbah medis masih ditemukan berserakan di antara sampah rumah tangga yang dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Limbah medis berupa sarung tangan karet, bekas bungkus obat, bekas kantung infus hingga masker medis bekas pakai nampak terlihat jelas di antara tumpukan sampah plastik saat kuninganreligi.com melakukan penelusuran di lokasi pada Selasa (27/04/2021).

Menurut sejumlah pemulung yang berhasil ditemui saat memilah sampah di lokasi tersebut, mereka menganggap wajar adanya limbah medis di sekitarnya.

"Iya lah semua sampah dari wilayah Kuningan kan dibuang ke sini semua. Dari rumah sakit pun pasti ada, " kata Agus, salah seorang pemulung warga Desa Ciniru.


Senada dengan Agus, Saniah (60 tahun), pemulung lainnya membenarkan bahwa limbah medis seperti jarum suntik, bekas kemasan obat, masker, sarung tangan hingga bekas infusan, sering dijumpainya saat mengais sampah.

"Ya mungkin dari rumah sakit yang ada di Kuningan. Soalnya ini kan pembuangan sampah dari Kuningan. Biasanya truk yang membuang limbah medis ke sini suka datang seminggu tiga kali," papar Saniah. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.