Ads Top

Dinas LH Gaet Universitas Kuningan Launching Bank Sampah dan Rumah Kompos

KUNINGAN - Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kuningan memperingati puncak Hari Bumi Tahun 2021 dengan menggelar kegiatan Launching Bank Sampah dan Rumah Kompos. Kegiatan yang bertema "Pulihkan Bumi" ini merupakan hasil  kerjasama Dinas LH dengan Universitas Kuningan.


Dalam kegiatan tersebut dikukuhkan juga sejumlah 12 Bank Sampah Unit yang dibina oleh Bank Sampah Induk Khalifah. Pengelolaan bank sampah itu dikerjasamakan dengan Bank Kuningan sebagai mitra bank sampah yang memberikan support di bidang financial.

"Kita bekerjasama dengan para mahasiswa yang kreatif dengan menciptakan produk hasil olahan kompos dan sampah organik berbentuk Kompos Blok, " terang Kadis LH Kuningan, Wawan Setiawan saat ditanya kuninganreligi.com, Jum'at (22/04/2021).

Pemilihan Universitas Kuningan sebagai lokasi pencanangan bank sampah, imbuhnya, karena Uniku dinilai sudah peduli terhadap.isu-isu permasalahan lingkungan sejak tiga tahun yang lalu.

"Apalagi menurut Pak Rektor, Universitas Kuningan telah mencanangkan diri menjadi green campus yang memiliki 8 perhatian khusus dalam pengelolaan lingkungan, diantaranya pengelolaan infrastruktur, energi, limbah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian," paparnya.

Dalam kegiatan itu pihaknya juga memberikan secara simbolis bantuan berupa  gerobak sampah dan timbangan serta penyerahan Surat Keputusan Bupati Kuningan tentang penunjukan Bank Kuningan sebagai mitra bank sampah induk dan unit.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Kabupaten Kuningan telah meraih prestasi sebagai peringkat ke-2 nasional dalam ajang Kehati 2020 dari Lembaga Keanekaragaman Hayati Indonesia. Kami berharap melalui kegiatan ini kami akan lebih fokus pada pengolahan sampah menghasilkan sesuatu yang lebih berguna dan berhasil," ungkapnya.

Sementara, Bupati Kuningan, Acep Purnama menyampaikan, rangkaian peringatan Hari Bumi ini berkaitan dengan Kabupaten Kuningan yang pernah dideklarasi sebagai kabupaten konservasi. Menurutnya, ini suatu hal yang menjadi tantangan karena berkaitan dengan lingkungan.

"Dalam rangkaian hari bumi, ada baiknya kita saling mengingatkan untuk selalu melestarikan alam melalui lingkungan yang asri, indah, sehat dan aman. Jika bumi dirawat, kita bisa mengantisipasi bencana, " terangnya.

Meski di tengah-tengah kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, Bupati berharap masyarakat bisa tetap melestarikan nilai-nilai tradisional yang ada di sekitar.

"Dalam membungkus makanan menggunakan daun pisang lebih sehat dan akan memiliki cita rasa khas berbeda dibandingkan menggunakan plastik." ujar Bupati.

Penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan dinilainya dapat merusak lingkungan karena limbah sampah kemasan makanan ringan dan siap saji sulit terurai, bahkan sampai ratusan tahun. 


"Paling tidak jika kita masih menggunakan plastik dalam keseharian, yang bisa kita lakukan adalah menjaga keseimbangan alam dengan menjaga dan melestarikan lahan rimbun yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar." pungkasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.