Jelang Tibanya Bulan Ramadhan 1442 H, Banyak Warga Ziarah Kubur, Ini Keterangan Ulama

Warga ramai ziarah kubur jelang Ramadhan


KUNINGAN - Menjelang tibanya Bulan Ramadhan 1442 Hijriyah/2021 Masehi, ummat Islam di Kabupaten Kuningan banyak yang melakukan ziarah di permakaman keluarga. Apalagi pada Jum'at (09/04/2021) bertepatan dengan penanggalan Jum'at Kliwon, dimana suasana Tempat Permakaman Umum (TPU) selalu ramai dikunjungi warga untuk mendoakan keluarga mereka yang sudah meninggal.


Seperti terlihat di TPU Desa Kramatmulya, nampak ratusan warga melakukan aktifitas ziarah dan berdoa di makam keluarga mereka. Kegiatan ziarah yang disertai bersih-bersih lingkungan permakaman ini dilakukan warga sejak pagi hari.

Jejen (40 tahun) warga setempat yang sedang melakukan ziarah mengatakan bahwa kegiatan yang biasa mereka sebut nyekar ini merupakan tradisi tahunan setiap jelang tibanya Bulan Suci Ramadhan.

"Selain rutin tiap Hari Jum'at terutama Jum'at Kliwon, kegiatan nyekar makam ini biasa ramai dilakukan warga sebagai tradisi setiap menjelang Bulan Ramadhan," katanya.

Terpantau, selain membawa alat kebersihan seadanya, warga juga ada yang membawa bunga untuk ditaburkan di pusara.

"Iya ada yang membawa bunga juga, untuk ditaburkan di atas makam. Kita juga berdoa semoga mereka yang telah mendahului kita ke Alam Barzah bisa mendapatkan nikmat kubur," ucap Jejen.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Terkait fenomena ziarah kubur jelang Ramadhan, salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, Ustad Fitriyadi, memberikan keterangan bahwa kegiatan ziarah kubur menjelang Bulan Ramadhan merupakan hal lazim bagi Muslim di Indonesia. 

Namun, bagaimana sebenarnya hukum ziarah kubur menjelang Ramadhan?  apakah ada tuntunannya dari Baginda Nabi Muhammad SAW?

"Ziarah kubur menjelang Ramadhan bukan sesuatu yang terlarang, bukan sesuatu yang bid'ah, dan juga tidak ada kekhususan melakukan ziarah kubur karena akan Ramadhan," terangnya.

Dikatakannya, ziarah kubur yang dilakukan menjelang Ramadan bukan ibadah yang mengada-ada, justru hal ini ibadah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. 

"Ziarah kubur secara umum dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang masyhur sekali, Rasulullah bersabda, “Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, tapi saat ini berziarahlah kalian karena itu mengingatkan kalian kepada kematian (HR Muslim)," papar Ustad Fitri, sapaannya.


Untuk diketahui, tradisi nyekar atau ziarah kubur ini merupakan tradisi bulanan dan tahunan yang sering terlihat di kompleks permakaman warga di Kuningan Jawa Barat.

Menjelang tibanya Bulan Ramadhan, warga yang melakukan ziarah bertambah banyak, meski tidak sebanyak saat sebelum Pandemi Covid-19. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.