Pelaku UMKM: Dengan Aplikasi Si BaDU miRakyat, Program Pemerintah Bisa Tepat Sasaran

KUNINGAN - Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sumringah saat Pemerintah Kabupaten Kuningan meluncurkan sebuah aplikasi bernama Si BaDU miRakyat (Aplikasi Bank Data Pelaku UMKM Ekonomi Rakyat). Bagi mereka aplikasi tersebut diharapkan bisa jadi sebuah sarana untuk bisa mempermudah agar UMKM yang digelutinya bisa dikenal di masyarakat luas.

Seperti yang diungkapkan seorang penggiat UMKM Kuningan, Jaja Sunarja, yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas UMKM Kuningan (Kunciku), Ia mengapresiasi positif diluncurkannya Si BaDU miRakyat oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kuningan.

"Ini langkah positif ya, karena bagaimana pun Si BaDU ini adalah database atau bank data para pelaku usaha yang riil," ungkapnya.

Ia menambahkan dengan adanya aplikasi yang dibangun Diskopdagperin Kuningan ini, akan muncul data yang sebenarnya terkait pelaku usaha yang benar-benar eksis.

"Jangan sampai seperti yang sudah-sudah. Ada data pelaku UKM tapi daftarnya hanya saat akan ada bantuan saja," imbuhnya.

Jika yang didata mereka yang hanya ngaku-ngaku pelaku UKM padahal dalam kenyataannya tidak memiliki usaha apapun, kata Jaja, akan menimbulkan kecemburuan sosial.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Tapi dalam aplikasi Si BaDU ini adalah data yang riil memiliki UKM. Sehingga pada saatnya nanti ada bantuan yang ditujukan untuk mereka, akan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Jadi tepat sasaran, istilahnya," paparnya.

Sementara, terpantau dalam data pelaku UMKM di aplikasi Si BaDU miRakyat, sejauh ini sudah terdata sekira 35 ribuan pelaku UMKM di Kuningan.

Dari data tersebut, terlihat pelaku UMKM jenis kuliner/makanan mendominasi dengan jumlah sebanyak 21 ribu pelaku usaha.

"Data yang tercantum dalam Si BaDU ini benar-benar data riil. Data yang diinput dari bawah, oleh para petugas yang disebar di desa-desa/kelurahan," terang Kadiskopdagperin Kuningan, U Kusmana, usai peluncuran Si BaDU, Rabu (31/03), di Aula BJB kemarin.


Menurutnya, database dalam aplikasi Si BaDU ini disajikan secara realtime, dan akan terus bertambah sesuai pendataan yang dimasukan petugas sewaktu-waktu. 

Si BaDU hadir di Kuningan sebagai aplikasi data pelaku UMKM dan data terkait kondisi perekonomian kerakyatan lainnya. Diharapkan aplikasi ini jadi rujukan bagi para pengambil keputusan di bidang ekonomi kerakyatan, agar kebijakan atau program yang dilaksanakan bisa tepat sasaran, efektif, efisien dan terukur. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.