Ads Top

Pembangunan Rumah Khusus Relokasi Warga Terdampak Bendungan Kuningan, Butuh Keseriusan Dukungan Pemkab Kuningan

Lokasi Rumah Khusus Relokasi Warga Terdampak Bendungan Kuningan (foto: https://pu.go.id)


KUNINGAN - Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek strategis pembangunan rumah khusus untuk relokasi warga terdampak pembangunan Bendungan Kuningan pada Bulan Juni 2021. Hingga saat ini, berdasarkan monitoring pihak Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan beberapa waktu lalu, progres pembangunan rumah khusus tersebut sudah mencapai sekira 70 persen.
Adapun jumlah rumah yang sudah dibangun pada proyek multi years contract (MYC) tersebut adalah sebanyak 419 unit dengan tipe 28.

Lokasi pembangunan rumah khusus ini berada di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.
"Iya menurut rencana jika sesuai dengan target pemerintah pusat, proyek rumah khusus relokasi warga terdampak Bendungan Kuningan ini kalau tidak salah Bulan Juni atau Juli 2021," kata Anggota DPRD Kuningan dari Daerah Pemilihan 4 Kuningan, Ali Akbar, saat ditemui di rumahnya, Rabu (28/04/2021).
Sebagai wakil warga di Dapil 4 Kuningan, Ali memiliki harapan agar masyarakat terdampak pembangunan Waduk Cileuweung atau Bendungan Kuningan bisa segera menempati rumah khusus tersebut sesuai jadwal yang dijanjikan pemerintah.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku
"Warga terdampak Bendungan Kuningan ini kan sudah legowo merelakan kampung halaman yang penuh kenangan mereka diambil untuk proyek strategis nasional. Mudah-mudahan dengan segera menempati tempat baru mereka akan bisa beradaptasi di sana," papar Ali.
Ia menambahkan, jika relokasi warga tidak sesuai jadwal maka pemerintah harus bisa memberikan pengertian dan sosialisasi yang baik bagi mereka.
Pemkab Kuningan pun diharapkan bisa membantu proses percepatan pembangunan kawasan rumah khusus tersebut dengan infrastruktur yang kini belum ada.
Di antara infrastruktur dan sarana yang dibutuhkan saat ini, kata Ali, adalah pembangunan akses jalan, kelistrikan dan sarana air bersih.
"Tidak mudah lho beradaptasi di lingkungan baru. Maka dalam proses adaptasi ini warga juga perlu pendampingan dari pemerintah baik dari segi sosial kemasyarakatan maupun adaptasi kehidupan ekonomi mereka," papar Ali lagi.
Ali Akbar, Anggota Fraksi PPP DPRD Kuningan

Terkait sisa beberapa lahan warga yang belum mendapatkan ganti untung dari pemerintah, Ia juga berharap bisa segera direalisasikan. Agar semua warga bisa serentak menempati lokasi baru dan tidak berceceran.
"Sekali lagi untuk adaptasi di lokasi baru mereka harus menyiapkan segalanya, baik mental maupun langkah ekonomi penghidupan keluarga di tempat baru, " tandasnya.
Sementara untuk ukuran luas rumah khusus bagi warga terdampak proyek Bendungan Kuningan ini, Ali tidak bisa berkomentar banyak. Pasalnya ukuran yang banyak dianggap warga kurang luas ini memang itu yang diberikan pemerintah pusat.
Namun, bicara manfaat dari dibangunnya Bendungan Kuningan ini, menurutnya, bagi warga di Kuningan Timur memang sangat diharapkan. Karena selama ini warga hanya berharap pengairan tadah hujan untuk lahan pertanian mereka.
"Dengan dibangunnya Bendungan Kuningan maka warga di beberapa kecamatan bisa mendapatkan pengairan untuk lahan pertaniannya. Selain untuk pertanian, daya tampung bendungan juga bisa menampung air limpahan agar bisa meminimalisir bahaya bencana banjir yang kerap melanda kawasan sekitarnya," jelas Ali.

Diterangkannya, ada sekira 1000 hektar lahan pertanian warga setempat yang bisa terairi dari Bendungan Kuningan. Sehingga ini bisa meningkatkan perekonomian warga dari hasil pertanian.
Sementara di sisi lain, bendungan ini juga bisa mengaliri 2000 hektare lahan warga di luar Kabupaten Kuningan. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.