Ads Top

Sowan ke Kantor MUI, Pengurus GAMAS Kabupaten Kuningan Beberkan Program Kerja


KUNINGAN - Sepeninggal Almarhum Kiai Nana Nurudin,  Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Anti Maksiat (GAMAS) Kabupaten Kuningan merestrukturisasi kepengurusan. Guna merajut kembali sinergitas dengan ormas keagamaan lainnya, sejumlah pengurus GAMAS yang baru, melakukan silaturahmi dengan jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan.

Seperti yang terlihat di Sekretariat MUI Kuningan, di Kompleks Masjid Syiarul Islam, pada  Rabu (28/04/2021), para pengurus GAMAS didampingi LBH Gamas diterima jajaran MUI Kuningan dengan penuh keramahan.

"Sebagai Ormas Islam yang telah berdiri sejak Tahun 1998, Gamas Kabupaten Kuningan selalu merajut sinergitas dengan Ormas keagamaan lainnya, salah satunya dengan induk organisasi keagamaan MUI Kuningan, " ujar Ketua Gamas Kabupaten Kuningan, KH Ending Sadili, didampingi Sekretarisnya H Rahmat Nugraha, pada kuninganreligi.com, Jum'at (30/04).

Silaturahmi dengan MUI tersebut, imbuhnya, sebagai langkah awal masa bakti kepengurusan yang baru sebagai Ormas Islam di Kabupaten Kuningan. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Dikatakan mantan Bendahara Gamas Kabupaten Kuningan ini, kunjungannya di Sekretariat MUI kemarin itu selain membahas tentang agenda –agenda yang akan dilakukan dalam program GAMAS tahun 2021,juga merupakan acara perkenalan atas terbentuknya kepengurusan yang baru.

"Ketua lama Kami, Almarhum K Nana Nurudin telah meninggalkan kita semua pada 12 Februari lalu, saat ini terpilih ketua baru KH Ending Sadili," papar Sekjen Gamas, H Rahmat Nugraha.

Sosok KH.Ending Sadili merupakan orang lama yang dahulu menduduki sebagai bendahara GAMAS. Selain pernah menjabat sebagai bendahara, Ending juga merupakan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Darul Huda Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi.

"Di pesantren tersebut lahir juga Ketua GAMAS yang pertama yaitu KH Samanhudi, " tandas Rahmat.

Disela –sela kunjungan itu pihaknya juga memaparkan program kerja yang rutin dilaksanakan oleh GAMAS selama Bulan Ramadhan.

" Di awal Ramadhan kita rutin melakukan pemasangan pampflet dan spanduk yang berisikan seruan untuk melasanakan ibadah puasa sebulan penuh, " sebutnya.

Selain agenda ini, Gamas juga meminta agar bisa bersinergi dengan MUI tentang kegiatan pemantauan penyakit masyarakat ( pekat ).

"Kita ketahui penyakit masyarakat seperti perjudian, togel, miras, narkotika dan prostitusi terselubung yang diduga marak di rumah kost, kafe, penginapan dan hotel masih ada di Kuningan. Sebagai ormas Islam yang sudah lama berdiri kita akan tetap eksis guna meminimalisirnya, " beber Rahmat.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Kuningan, KH Dodo Syarif Hidayatullah, menanggapi silaturahmi jajaran pengurus Gamas mengaku bangga dan berbesar hati kepada Ormas GAMAS yang masih eksis.

"Sebagai garda terdepan dalam mengawal dan memperjuangakn “Amar ma’ruf Nahyil Munkar” Gamas Kabupaten Kuningan Alhamdulillah tetap eksis, " kata KH Dodo.

Ketua MUI juga mengaku bahwa dirinya juga ikut menandatangani saat deklarasi pendirian Ormas GAMAS, 23 tahun yang lalu.

"Iya dulu itu bersama para Kiai sepuh lainya seperti KH Udi Samanhudi, KH Harun Ar-Rosyid, KH Kholil Anwar, KH Dodo Murtadho ,KH Abdul Aziz dan KH Afandi (pendiri dan pengasuh Ponpes Al Ikhlas Ciawigebang), kita mendeklarasikan pendirian Gamas ini," kenangnya.

Gamas sebagai Ormas Islam yang sudah matang dalam pengabdianya di tengah masyarakat, imbuh KH Dodo, diharapkan bisa bersinergi dengan devisi Advokasi dan Hukum MUI Kuningan.

"Termasuk untuk bisa mengawal, membela dan melindungi santri, pesantren, juga para ulama serta masyarakat luas, " ujarnya diamini oleh Sekretaris Umum, H Muhammad Nurdin.


Untuk diketahui, dalam kepengurusan terkini, Gamas Kabupaten Kuningan telah melengkapi diri dengan layanan hukum melalui LBH Gamas. LBH Gamas ini dipimpin oleh Abdul Latif Usman, SH, seorang advokat yang juga mantan politisi.

Latif yang juga jebolan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC ) ini tergolong aktivis yang telah lama malang melintang dan tahu dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi di Kabupaten Kuningan.(Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.