Buka Musda XV Pemuda Kuningan, Wabup: Jangan Ada OKP Pasif di KNPI

KUNINGAN - Musyawarah Daerah XV Pemuda / DPD KNPI Kabupaten Kuningan, secara resmi dibuka Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda di Gelanggang Olahraga Ewangga, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, pada Sabtu (29/05/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPD KNPI Jawa Barat,  Asep Komarudin, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, Kadis Porapar Kuningan, Toto Toharudin, dan perwakilan dari Kodim 0615/Kuningan serta Polres Kuningan.


Musda yang diikuti oleh 77 OKP dan Pengurus Kecamatan yang terverifikasi ini, dibuka pada pukul 10:30 WIB oleh Wabup Edo, sapaannya.

Di awal sambutan, Edo mengkritisi kepengurusan DPD KNPI Kuningan periode sebelumnya. Edo mengungkapkan, banyaknya keluhan dari OKP dan PK KNPI yang merasa jarang dilibatkan dalam sebagian besar kegiatan yang digelar DPD KNPI Kuningan.

"Ke depan, jangan ada lagi OKP yang merasa tidak dilibatkan dalam kegiatan KNPI. Kepada para OKP maupun PK KNPI juga mulai detik ini harus memiliki sebuah program yang bisa dikelola dalam wadah KNPI sehingga nantinya pasti otomatis dilibatkan," paparnya.

Kepada para pengurus OKP dan PK, Wabup juga meminta berperan aktif di dalan wadah besar KNPI. "Jangan hanya hadir saat Musda saja," ucapnya.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Melihat konstalasi pemilihan Ketua KNPI  jelang Musda, Wabup menilai bahwa perselisihan pendapat dalam satu perhelatan demokrasi adalah hal yang wajar.

"Jadi pemuda itu jika beda pendapat adalah  wajib, tapi jangan sampai perbedaan yang terjadi malah bisa terpecah belah. Namun semua pendapat yang berbeda harus didasari semangat untuk memperkaya potensi kepemudaan, " terangnya.

Berbicara sebagai bagian dari pemerintahan daerah, Wabup mengharapkan DPD KNPI agar bisa bersinergi dengan pemerintah.

"Sinergitas pemuda dengan pemerintah saat ini sangat dinantikan. Karena dorongan dari berbagai macam keinginan pemuda adalah potensi baik bagi keberhasilan pembangunan dearah, " katanya.

Pemuda, imbuhnya, sangat wajar dan memang harus banyak keinginan, tidak boleh berhenti untuk minta demi kemajuan daerah.

"Ide, gagasan, motivasi dan kontribusi maksimal dari pemuda pada pemerintah sangat diharapkan. Pemuda juga diharap jadi sosial kontrol yang baik pada pemerintah," sebutnya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, kata Edo, membutuhkan masukan dari pemuda untuk mengoreksi pembangunan yang sedang dilaksanakan bersama.

Edo juga menanggapi munculnya isu ada calon ketua yang mendapat dukungan dari "gedung putih" pada konstelasi perhelatan demokrasi di tubuh DPD KNPI Kuningan.

"Semoga isu itu tidak benar, bahwa ada calon yang didukung Bupati, Wabup maupun Sekda. Justru kalau calon yang diisukan itu terpilih, dan nanti malah lebih dekat dengan pemerintah, ini jelas telah mencederai demokrasi saat ini," tandas Edo.

Ia meminta, jika ada pemuda yang mengaku-aku didukung Bupati, Wabup, Sekda maupun pejabat pemerintahan lainnya, lebih baik jangan mencalonkan diri.


"Karena jika begitu, indepedensinya patut dipertanyakan dalam mengontrol pemerintahan, " katanya lagi.

Edo berharap melalui Musda XI DPD KNPI ini jadi moment bagi pemuda Kuningan untuk muncul dalam memberikan kontribusi positif bagi daerah.

"Silakan laksanakan musda dengan aman dan hasilkan rekomendasi yang baik untuk sinergitas dengan pemerintahan daerah," tutup Edo. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.