Ikuti Pesantren Kilat FE Uniku-DT Peduli, Anak Didik Ngaku Kangen Belajar di Sekolah

KUNINGAN - Sebagai implementasi dari 3 Program Tangguh (Tangguh Imun, Tangguh Iman dan Tangguh Amal) yang dimiliki Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli) selama Ramadhan, digelar agenda Pesantren Kilat yang diikuti puluhan pelajar di Masjid Jami At-Taqwa Desa Cibentang, Kecamatan Karamatmulya, Kabupaten Kuningan.

Penutupan program Sanlat tersebut dilaksanakan pada Ahad (02/05/2021). DT Peduli menggelar agenda tersebut bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Kuningan (Uniku).


"Ini kita gelar sejak tanggal 15 April lalu, Alhamdulillah respon dari para orangtua yang mengizinkan anak meteka ikut Sanlat sangat tinggi, " ujar Divisi Program dan Penyaluran dt Peduli, Ustadz Pipin Jaenal Arifin saat ditemui di lokasi.

Ia menuturkan, di bulan Ramadhan ini, pihaknya bersinergi dengan BEM FE Uniku dalam Program Tangguh Amal pelaksanaamnya dengan mengadakan  Sanlat.

 "Di puncak dari kegiatan Sanlat ini, Kami menyalurkan santunan dan paket nasi kotak kepada 25 anak yatim piatu," sebut Pipin.

Sementara, Ketua BEM Fakultas Ekonomi Uniku, Idan Syahidan mengungkapkan bahwa tema kegiatan yang sudah digelar pihaknya selama 3 pekan ini adalah giat mengaji dan tingkatkan kepedulian untuk meraih ketaqwaan. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Ia berharap bahwa dari kegiatan Sanlat tersebut terwujud generasi yang sholeh/sholehah.

"Pembimbing Sanlat ini dari rekan-rekan mahasiswa Uniku. Kami berharal ilmu yang disampaikan dalam Sanlat ini bisa bermanfaat dan membawa keberkahan bagi mereka,"harapnya.

Terpantau, dalam puncak acara Sanlat itu diawali dengan bershalawat, muraja'ah dan mendengarkan Cerita Islami dari DT Peduli Kuningan.

Salah seorang peserta, Selfie, pelajar kelas 2 SDN Cibentang mengaku senang bisa menjadi peserta di sana.

"Senang sekali, bisa ikutan pesantren kilat, soalnya banyak temen, bisa ketemu teman - teman dan nambah ilmu, belajar ngaji terus seru,"ucapnya.


Selfie bersama teman-temannya terlihat riang dan khusyu menyimak apa yang disampaikan para mentor dalam Sanlat tersebut. Mereka mengaku rindu suasana belajar tatap muka seperti yang mereka belum bisa laksanakan di sekolah. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.