Sembunyi Ditutupi Terpal di Atas Truk, 6 Pemudik Asal Jakarta Mau ke Cibingbin Dipaksa Putar Balik




KUNINGAN - Enam pemudik yang diduga warga Kecamatan Cibingbin tak berhasil mengelabui petugas penyekatan larangan mudik untuk bisa kembali ke kampung halamannya. Mereka tertangkap tangan saat Truk yang mereka tumpangi dari Jakarta, terjaring razia penyekatan di Posko Tugu Ikan Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan pada Ahad (02/05/2021) pagi.

Keenam pemudik ini rupanya bermaksud mengelabui petugas dengan bersembunyi di bawah terpal. Mereka menumpang sebuah truk bernomor polisi E 8965 YW berwarna kuning dari Jakarta dengan tujuan Kecamatan Cibingbin, Kuningan.


Saat melintas di sekitar Posko Check Point Pemudik di Tugu Ikan Desa Sampora, petugas yang semula menaruh curiga, memberhentikan truk yang mereka tumpangi.

Dan alhasil, kecurigaan petugas terbukti. Saat melakukan pemeriksaan, petugas medapati keenam pemudik ini sedang bersembuyi di bawah terpal di atas bak truk tersebut.

" Ya tadi pagi kita mendapati enam pemudik yang nekat masuk wilayah Kuningan dengan cara bersembunyi di atas truk yang ditutupi terpal. Kita awalnya menaruh curiga dan saat diperiksa benar saja, truk tersebut rupanya mengangkut pemudik asal Jakarta," papar Ipda Sunardi, Perwira Pengendali Posko Cek Point Tugu Ikan Sampora pada kuninganreligi.com.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Saat diperiksa, imbuhnya, keenam pemudik tersebut tidak bisa menunjukkan surat negatif Covid-19 dari Test Antigen maupun Swab, juga prokes COVID-19 lainnya. 

"Karena tidak bisa menunjukkan bukti surat-surat bebas Covid ini akhirnya kami terpaksa memutar balikkan truk untuk kembali ke Jakarta," tandas Sunardi.

Semula, saat diminta putar balik, baik sopir maupun keenam penumpangnya sempat ngeyel untuk bisa melanjutkan perjalanan. Namun petugas gabungan tetap tegas menindak mereka agar putar balik lagi ke arah Jakarta.

Tak hanya keenam pemudik tadi, petigas juga mendapati empat unit kendaraan bajaj yang konvoi masuk Kuningan melalui jalur Sampora.

"Sama, saat diperiksa pemudik yang menggunakan kendaraan bajaj ini tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid. Namun karena faktor kemanusiaan, mereka tidak kita minta untuk putar balik, " kata Sunardi.

Saat diperiksa, para penumpang keempat bajaj ini nampak kelelahan dan salah satunya ada yang membawa anak kecil. Sehingga petigas mengkhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menyangkut keselamatan mereka jika diputar balikkan ke Jakarta.

Mendekati hari-H larangan mudik, tanggal 06 Mei, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan ini, mendapati banyak kendaraan berpelat nomor luar Kuningan melintas di Posko Cek Point Tugu Ikan ini.

Puluhan kendaraan roda empat dan dua yang dicurigai sebagai pemudik, diperiksa petugas satu persatu.


"Iya di H-4 larangan mudik kita laporkan ada sedikit peningkatan jumlah kendaraan yang melintas. Yang kita periksa pagi ini saja ada sekira 24 unit kendaraan roda empat, 12 unit kendaraan roda enam dan 47 unit kendaraan roda dua," sebutnya.(Nars)

No comments

Powered by Blogger.