Warga Kuningan Kumpulkan Rp 91,87 Juta untuk Disumbang ke Palestina

KUNINGAN - Aksi Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina yang digelar Forum Masyarakat Peduli Kemanusiaan Kuningan, pada Jum'at (28/05/2021) berhasil menggalang dana bantuan kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp 91,87 juta. Aksi tersebut digelar sekira 2 jam selepas Sholat Jum'at di halaman Masjid Syiarul Islam Kuningan.

Ratusan massa ikut serta dalam aksi ini. Mereka adalah dari berbagai komponen organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum.


Tak hanya komponen masyarakat Muslim Kuningan, aksi mengecam serangan Israel ke Palestina ini juga dihadiri Forkopimda Kuningan, yang diwakili Bupati Kuningan dan Dandim 0615/Kuningan, perwakilan DPRD Kuningan, Ketua DKM Syiarul Islam, Ketua MUI Kuningan dan beberapa Kepala SKPD, bahkan komponen lintas agama, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ummat Beragama, pun ikut ambil bagian.

Terpantau, aksi tersebut dibuka dengan orasi dari Korlap Aksi, H Andi Budiman Marzuki. Ia mengajak warga Kuningan untuk bersatu mengecam serangan Israel ke Palestina dan ikut membantu menyumbangkan harta dan doanya bagi meringankan penderitaan warga Palestina.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Persoalan Palestina bukan hanya persoalan ummat Islam, tapi persoalan Palestina adalah juga persoalan kemanusiaan yang harus disikapi oleh seluruh ummat manusia di bumi ini," tandas Korlap Aksi, H Andi Budiman dalam orasinya.

Warga Kuningan yang merupakan bagian dari warga Indonesia, imbuhnya, harus memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945, dimana dalam pembukaannya tercantum kalimat Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Sementara, Ketua DKM Syiarul Islam Kuningan, KH Yayan Sofyan, membenarkan bahwa permasalahan Palestina adalah permasalahan kemanusiaan.

"Kali ini kita semua berempati pada penderitaan kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Air mata Palestina adalah air mata kita semua, darah Palestina adalah darah kita juga," ungkap Yayan.

Untuk peduli pada penderitaan warga Palestina, katanya, dari hasil infak Sholat Jumat di masjid Syiarul Islam hari ini semuanya akan disumbangkan melalui panitia agar bisa disalurkan.

Di lain pihak, Ketua MUI Kuningan, KH Dodo Syahida, menyatakan bahwa untuk peduli pada penderitaan warga Palestina cukup jadi manusia. Kalau merasa manusia, pasti dapat merasakan penderitaan manusia lainnya, tidak peduli perbedaan wilayah.

"Saya pernah menerima kunjungan 8 kali tokoh agama dari Palestina. Mereka semua menceritakan penderitaan atas kekejaman Israel, " ujarnya.

Dikatakannya, Indonesia dan Palestina adalah dua negara yang tidak bisa dipisahkan. Apa yang dirasakan Palestina harus dirasakan juga oleh Indonesia.

"Pada jaman kemerdekaan Indonesia, Negara Palestina lah yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia. Maka jangan ada lagi yang mengatakan urusan Palestina bukan urusan kita. Kita harus ingat sejarah itu, " papar KH Dodo.

Terakhir, Ketua FKUB Kuningan, KH Achidin Noor, menambahkan bahwa untuk peduli pada penderitaan Palestina tidak hanya cukup jadi seorang Muslim, tapi merasa diri sebagai manusia.

"Iya buktinya di sini bersama kita beberapa perwakilan tokoh agama lain pun ikut mengecam serangan Israel ke Palestina dan peduli pada penderitaan warga Palestina," ucap Achidin. 


Aksi seratusan massa dari berbagai komponen ini dipantau juga oleh aparat keamanan dari kepolisian Resor Kuningan, TNI dari Kodim 0615/Kuningan dan Satpol PP Kuningan.

Aksi berakhir saat berkumandang adzan Ashar, dan massa membubarkan diri secara tertib. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.