Angka Positif Covid Meningkat, Eks RSCI Kembali Difungsikan, Sudah Terisi 9 Pasien

KUNINGAN - Dalam sepekan ini angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kuningan mengalami lonjakan. Akibatnya pemerintah daerah setempat kembali memfungsikan Rumah Sakit Khusus Penanganan COVID-19 (Eks RSCI) Kuningan untuk menampung isolasi pasien karena di sebagian RS yang ada di Kuningan mengalami tingkat keterisian kamar yang tinggi. 


"Iya eks RSCI saat ini dipakai, ada 9 pasien, itu pun sudah bisa dikatakan penuh. Bisa sih kita tambahkan lagi, namun kendalanya adalah nakes kita terbatas, " terang Kepala Bidang P2P Dinkes Kuningan, Denny Mustafa saat ditemui di kantornya, Kamis (17/06/2021). 

Pihaknya membenarkan bahwa kondisi ruangan isolasi di eks RSCI masih tidak sesuai dengan standar WHO maupun Kemenkes. Namun pihaknya menyebutkan hal itu bisa saja untuk menampung pasien Covid-19 dalam kondisi seperti saat ini. 

PMB UNIVERSITAS KUNINGAN KLIK DI SINI

PMB Uniku

"Penanganan isolasi Covid-19 ini kan ada grade-grade nya, selama masih bisa menangani ya tidak mengapa kita bisa down grade, " jelasnya. 

Terkait tingkat keterisian tempat tidur di beberapa rumah sakit, Denny menyampaikan secara total tidak bisa dikatakan penuh. Dijelaskannya, secara total akumulasi dari seluruh rumah sakit di Kuningan, tingkat keterisian tempat tidur pasien ada sejumlah 59%.

Hal ini, ditambahkannya, karena satu bulan paska liburan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, angka terkonfirmasi COVID-19 di Kuningan mengalami peningkatan yang signifikan. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Bukan hanya masyarakat umum yang terpapar, tapi puluhan tenaga kesehatan pun dilaporkan terjangkit virus. 

"Ya kita sebenarnya kaget juga, kalau belajar dari tahun lalu, paska lebaran itu peningkatan (terkonfirmasi positif Covid-19) ini kan sepekan setelahnya. Tapi tahun ini malah satu bulan setelahnya, " terangnya, 

Pihaknya menduga peningkatan kasus COVID-19 ini disebabkan tingginya mobilitas warga saat liburan paska Lebaran 2021 ini. Disamping itu, tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan Prokes 6 M diduga semakin menurun. 

"Masyarakat juga sepertinya sudah lelah dan jenuh dengan kondisi pandemi ini, sehingga mereka memaksakan diri beraktivitas di luar rumah tanpa melaksanakan prokes dengan benar, " ujarnya.


Terkait penanganan penyebaran COVID-19 yang dilakukan pemerintah, Denny mengatakan sudah tepat. Seperti adanya penyekatan arus mudik pada saat Lebaran. Kemudian melakukan himbauan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Nars)

No comments

Powered by Blogger.