Berdiri Mushalla di Peuteuyjogol, Ketua MUI: Semoga Syiar Islam Bangkit Kembali dari Sini

Ketua MUI Kuningan, KH Dodo Syahida

KUNINGAN - Upaya pembangunan sebuah musholla di pelosok Blok Peuteuyjogol Desa/Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan sudah selesai. Bangunan musholla seluas 35 meter persegi yang diberi nama Al Hijrah itu, pada Selasa (01/06/2021) secara resmi dimulai penggunaannya.

Karena Bupati Kuningan, H Acep Purnama berhalangan hadir, peresmian penggunaan Musholla Al Hijrah diwakili oleh Ketua MUI Kuningan, KH Dodo Syarif Hidayatullah (Dodo Syahida). Peresmian musholla ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan kentongan oleh Ketua MUI.


Ketua panitia pembangunan Musholla Al Hijrah, Ustad M Ade Supriadi dalam sambutannya melaporkan bahwa pembangunan Musholla Al Hijrah tersebut dilaksanakan selama sekira 90 hari.

"Dikerjakan mulai awal Maret hingga akhir Mei 2021. Alhamdulillah kini musholla ini sudah berdiri kokoh. Ini tidak lepas dari kerja keras dari semua pihak yang peduli pada Syiar Islam di Peuteuyjogol ini," terang pria yang juga Ketua Yayasan Mualaf Ikhlas Madani Indonesia (Mukmin) ini.

PMB UNIVERSITAS KUNINGAN KLIK DI SINI

PMB Uniku

Menurutnya, pembangunan musholla di lokasi yang berada di pelosok desa itu dikerjakan secara swadaya.

"Sejak dibukanya donasi untuk pembangunan musholla ini, Alhamdulillah banyak Hamba Allah yang tergerak hatinya hingga terkumpul uang sebanyak Rp 169 juta," kata Ade.

Dari rencana anggaran biaya sebesar Rp 172 juta, imbuhnya, terealisasikan sebesar Rp 167 juta, ada sisa anggaran sebesar Rp 1,4 juta.

"Alhamdulillah ini titipan Allah yang sangat berharga untuk kita semua. Dengan terealisasinya pembangunan mushalla ini semoga Allah SWT membalas semua amal baik mereka yang terlibat," ucapnya.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Pembangunan mushalla di Blok Peuteuyjogol itu, imbuh Ade lagi, untuk memfasilitasi sarana ibadah warga setempat. Dari 11 kepala keluarga yang ada di blok tersebut, 2 kepala keluarga di antaranya adalah ummat Islam.

"Dengan kondisi jarak yang jauh dari pusat desa, mereka membutuhkan sarana ibadah. Selain itu untuk membimbing mereka dalam memperdalam ajaran Islam, kita rutin ke sini untuk memberikan bimbingan, " papar Ustad Ade.

Sementara, Ketua MUI Kuningan, KH Dodo Syahida memberikan keterangan saat peresmian, bahwa pembangunan musholla di Blok Peuteuyjogol itu terbilang unik.

"Saya ikut waktu survey lokasi pertama ke sini beberapa waktu lalu. Di sini memang sudah ada puing-puing bekas bangunan musholla. Jadi pembangunan mushalla di sini bisa dikatakan upaya mendirikan kembali mushalla sebagai pusat syiar Islam. Semoga syiar Islam juga bangkit kembali di sini," jelasnya.

Mushalla dan masjid, kata Ketua MUI, prinsipnya sama, yakni tempat Shalat. Musholla tempat Shalat, masjid adalah tempat sujud, yang artinya sama juga, karena sujud adalah bagian dari Shalat.

"Pembangunan Mushalla Al Hijrah ini dikerjakan dalam waktu 90 hari. Angkanya dekat pada 99, hitungan banyaknya Asmaul Husna. Ini juga satu rahasia Allah SWT," ungkapnya.

Menurutnya, Allah SWT lah yang menggerakkan hati manusia untuk peduli pada pembangunan mushalla itu, sehingga bisa terealisasi dalam waktu 90 hari.

"Tidak ada yang memakmurkan masjid kecuali orang-orang yang beriman.

Termasuk yang memakmurkan dan membangun musholla ini, mudah-mudahan termasuk orang yang mendapat hidayah dari Allah SWT," paparnya.


Ketua MUI menerangkan satu ayat Al Qur'an, barang siapa yang membangun karena Allah sebuah masjid, maka Allah akan membangunkan sebuah istana baginya di surga.

"Kita bersyukur bahwa musholla ini telah dibangun, tinggal memakmurkannya saja," tutupnya. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.