Hari Keluarga Nasional: Kompleksitas Peran Ibu dalam Rumah Tangga di Masa Pandemi

KUNINGAN - Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada tanggal 29 Juni ini, Anggota Legislatif Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, melihat bahwa sosok seorang ibu rumah tangga tidak bisa dikesampingkan peranannya dalam sebuah keluarga. Apalagi di saat dunia saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19 yang sudah lewat dari satu tahun lamanya. 

"Sosok seorang ibu rumah tangga Saya katakan tidak bisa dikesampingkan peranannya. Ibu adalah jantungnya keluarga, " ucap Sri saat ditemui di rumahnya, Senin (28/06/2021). 


Perempuan yang merupakan anggota Fraksi Gerindra-Bintang DPRD Kuningan ini menambahkan, di masa pandemi covid-19 ini, peran seorang ibu dalam rumah tangga menjadi semakin kompleks. 

Jika biasanya seorang ibu rumah tangga hanya bergelut dengan pekerjaan rumah, namun di masa pandemi ini, seorang ibu dituntut harus bisa berperan sebagai dokter, perawat, bahkan menjadi guru, 

"Ibu rumah tangga bisa dikatakan pegang kunci pertahanan keluarga dari paparan virus. Seorang ibu biasanya lebih telaten dalam mengingatkan anggota keluarganya untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti misalkan cuci tangan, menyediakan hand sanitizer dan memakaikan masker pada anaknya, " paparnya. 

PMB UNIVERSITAS KUNINGAN KLIK DI SINI

PMB Uniku

Sosok ibu, kata Sri, cenderung lebih dekat dengan anak dan perasaan seorang wanita biasanya lebih peka. Di saat ada anggota keluarga yang sakit, ibu rumah tangga akan selalu hadir sebagai perawat atau dokter pertama. 

Bahkan, di saat pandemi yang mengharuskan para pelajar untuk belajar secara daring (pembelajaran jarak jauh) dari rumah, sosok seorang ibu dipaksa harus jadi guru sekolah bagi anak-anaknya. 

"Apalagi jika anaknya di usia pra sekolah atau sekolah dasar, peran ibu sebagai guru sekolah sangat berarti saat ini dalam keluarga, " sebutnya. 

Disamping untuk membimbing si anak agar fokus saat menerima pelajaran secara daring, sosok ibu juga sering jadi orang terdekat bagi anak untuk bertanya jika ada pelajaran sekolah yang kurang dimengerti. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Kadang, untuk belajar daring ini, handphone seorang ibu banyak terpakai dipinjam si anak. Ibu juga banyak tersita waktunya untuk mendampingi anak saat belajar agar anak tidak melantur saat memakai gawai yang dipakainya untuk belajar, " papar wanita yang juga Ketua PC Perempuan Indonesia Raya Kuningan ini. 

Tanpa mengesampingkan peran Sang Ayah dalam Rumah Tangga, masih kata Sri, di momen Hari Keluarga Nasional ini, Ia mengajak agar semua pihak bisa menghargai peran ibu rumah tangga sebagai kunci ketahanan keluarga di masa pandemi ini. 

"Masih banyak lagi peran ibu ini jika harus dibahas. Namun intinya, di Harganas ini, semoga para Ibu Rumah Tangga lebih sehatdan semangat. Karena ibu ini jantungnya keluarga, yuk mari kita hargai dan tetap beri dukungan buat para ibu, " ungkapnya. 

Sri juga mengatakan saat ini di lembaga legislatif Kuningan juga sedang menggodok satu Peraturan Daerah terkait Ketahanan  Keluarga yang tentunya membahas peran ibu dan perempuan agar diberi ruang untuk berkiprah dalam pembangunan daerah tanpa dipandang sebelah mata. 


"Aspirasi para ibu dan perempuan juga banyak dibutuhkan guna membangun daerah ini. Negara itu dibangun dari komunitas terkecil terlebih dahulu, yakni dari keluarga. Di keluarga, ibu rumah tangga jantung dan tiangnya, " pungkasnya. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.