Mahasiswa KAMMI Soroti Banyaknya Kasus Bunuh Diri di Kuningan, Pemerintah Dinilai Berdiam Diri

KUNINGAN - Belasan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kuningan menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Pemkab Kuningan, Selasa (08/06/2021). Mereka menggelar orasi di depan pagar pintu masuk lingkungan perkantoran Setda Kuningan.


Dalam aksinya, mereka menyoroti banyaknya kasus bunuh diri di Kabupaten Kuningan selama empat tahun terakhir.

"Tahun 2017 kasus bunuh diri ada 9 orang, kemudian tahun 2018 ada 8 orang, tahun 2019 turun jadi 4 orang, lalu tahun 2020 naik lagi jadi 9 orang. Yang mengkhawatirkan di tahun 2021 ini, baru 5 bulan sudah ada 8 orang. Lantas dimana peran pemerintah untuk mengatasi kasus-kasus bunuh diri ini?," papar Dede Irvan, salah seorang orator dalam aksi tersebut.

PMB UNIVERSITAS KUNINGAN KLIK DI SINI

PMB Uniku

Pihaknya mempertanyakan sejauhmana kepedulian pemerintah saat mengetahui tingginya angka kasus bunuh diri di kalangan rakyatnya.

"Jika nanti ada lagi kasus bunuh diri, rakyat Kuningan perlu mempertanyakan sejauhmana kepedulian para pejabat di pemerintahan Kabupaten Kuningan ini. Berarti mereka selama ini diam saja," tandasnya.

KAMMI juga menyoroti bahwa kasus bunuh diri yang banyak terjadi selama ini sebagian besar dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi.

"Kita butuh langkah kongkrit, bagaimana solusi Pemkab Kuningan untuk mengatasi masalah ekonomi yang melilit warga sehingga mereka melakukan bunuh diri," katanya.

Pantas saja, imbuhnya, Kuningan dikenal jadi kabupaten termiskin di Jawa Barat. Hal ini jelas ada hal yang tidak benar di kalangan pejabat pemerintahannya.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Lalu, KAMMI juga menyoroti jargon Kabupaten Pendidikan yang selama ini sering digelorakan. Menurut mereka, bagaimana Kuningan mau jadi Kabupaten Pendidikan jika masih ada ketidakpedulian pada pelajarnya.

"Dari kasus bunuh diri di Kuningan selama ini, banyak pula dari kalangan pelajar yang jadi korban. Katanya menuju kabupaten pendidikan, mana langkah kongkrit Pemkab Kuningan menanamkan moral pada para pelajarnya?" tanyanya. 

Dalam aksi tersebut mereka ingin bertemu langsung dengan Bupati Kuningan, Acep Purnama. Tapi dalam kesempatan tersebut, baik Bupati Kuningan maupun Wabup Kuningan, M Ridho Suganda, sedang tidak ada di pendopo.

Sehingga hingga adzan Dzuhur berkumandang, mereka memutuskan untuk menunggu kehadiran Bupati ataupun Wabup untuk menemui mereka.

"Pecuma dong kita punya pemimpin jika tidak mau menemui dan mendengarkan aspirasi warganya," ketusnya.


Hingga berita ini diturunkan, para peserta aksi masih menunggu kehadiran Bupati Kuningan sambil melaksanakan Sholat Dzuhur di Masjid Stadion Kuningan.

Menurut informasi, aksi para mahasiswa ini akan dilanjutkan di gedung DPRD Kuningan selepas aksi di pendopo selesai.

Aksi belasan mahasiswa ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian Polres Kuningan, dan Satpol PP Pemkab Kuningan. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.