Ads Top

Membina Potensi Pesepeda Daerah, Kuningan Cycling Club (KCC) Eksis Sejak Januari 2021

KUNINGAN - Di masa Pandemi Covid-19, olahraga bersepeda terlihat kembali banyak diminati masyarakat. Sejak awal-awal darurat Covid-19 melanda negara ini, beberapa komunitas olahraga bersepeda bermunculan di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah Kuningan Cycling Club (KCC).

Menurut Ketua KCC, Rizki Indrawan, olahraga bersepeda merupakan salah satu olahraga yang dinamis, kreatif, menyenangkan dan selalu berkembang dari tahun ke tahun. pada saat Pandemic Covid-19.

"Apalagi saat ini masyarakat dituntut untuk mampu menjaga kesehatan diri. Dengan bersepeda, kita bisa meningkatkan imunitas dan kesehatan," ujarnya, kepada kuninganreligi.com, Ahad (06/06/2021).

Meningkatnya minat bersepeda dari berbagai kalangan, dipandang positif oleh Rizki. Betapa tidak, dengan menggunakan jenis sepeda yang bermacam-macam. masyarakat yang didominasi kalangan generasi muda bisa memiliki pengalaman baru yang menantang dan butuh kekuatan mental serta keberanian dalam memberikan kepuasan saat ini tercermin dengan perantara sepeda. 


"Peningkatan minat generasi muda banyak kepada sepeda balap atau yang dikenal sepeda road bike," ucapnya.

Perkembangan road bike yang inovatif dari tahun ke tahun dan diikuti dengan meningkatnya permintaan terhadap sepeda balap ini diresponnya dengan menghimpun para pecinta sepeda road bike yang ada di Kabupaten Kuningan.

PMB UNIVERSITAS KUNINGAN KLIK DI SINI

PMB Uniku

"Iya kemudian kami mendirikan suatu wadah atau perkumpulan yang diberi nama Kuningan Cycling Club," ungkap Rizki.

Perkumpulan Kuningan Bersepeda ini, imbuhnya, ditujukan untuk mengembangkan kemajuan dan memasyarakatkan sepeda road bike khususnya generasi muda dan umumnya masyarakat luas.

KCC atau Kuningan Bersepeda ini didirikan pada tanggal 15 Januari 2021 lalu sebagai komunitas sepeda yang mengarah pada sepeda balap/road bike.

"Kuningan Bersepeda ini awalnya untuk menampung para penggemar dan atlit sepeda balap di Kabupaten Kuningan. KCC ini merupakan rebadge dari komunitas sebelumnya yaitu Road Bike Kuningan," jelas Rizki.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Ia mengaku, KCC memiliki visi untuk menghadirkan sebuah komunitas yang mengakomodir pecinta sepeda dan menggali potensi pesepeda balap di kalangan generasi muda khususnya.

"Hal ini dilakukan untuk menjadikan kegiatan sepeda di Kabupaten Kuningan ini lebih terarah dan terorganisir dengan baik. Komunitas ini merupakan wadah atau perkumpulan yang dibentuk oleh sekelompok pecinta sepeda, kalangan hobby, atlit sepeda balap dan pemerhati sepeda road bike," paparnya lagi.

Pihaknya berharap dengan pendirian komunitas ini dapat menjalin komunikasi dan mendapatkan informasi dalam hal pengembangan bakat, ketrampilan penggemar dan pengguna sepeda balap di Kota Kuningan khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.

Kuningan menurutnya, adalah sebuah kabupaten yang memiliki daya tarik tersendiri mengenai wisata alamnya yang sungguh memanjakan mata dan wisata sejarah yang dikenal oleh masyarakat luas.

"Di antaranya salah satu sejarah bahwa  telah terjadi perundingan antara Indonesia dengan Belanda yang disebut Perundingan Linggarjati, " terangnya.

Apersiasinya pun ditujukan kepada Pemkab Kuningan yang didukung Kemenpar telah  melaksanakan sebuah kegiatan yang didasari dari olahraga sepeda sejak tahun 2015 yang dikenal “Tour de Linggarjati”. 

Kegiatan tersebut, masih kata Rizki selain diselenggarakan dengan tujuan untuk memperingati HUT Kuningan dan mensosialisasikan sejarah Perundingan Linggarjati, ditujukan pula untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kuningan hingga mancanegara. 

"Maka dengan diadakannya event besar seperti ini kami sebagai warga daerah sangat bangga dan ikut berperan untuk mengenalkan daerah kami dengan mencari potensi-potensi generasi muda yang dapat memberikan kontribusi dengan mengikuti event bersepeda tersebut dengan menginisiasi suatu komunitas pesepeda," paparnya.

Pihaknya sadar bahwa perkembangan dan majunya olahraga di tanah air terletak pada pelaku dan pecinta olahraga itu sendiri. "Eksistensi atau keberadaan kami akan lebih berarti untuk daerah ini apabila keinginan untuk tampil di pentas dunia diwujudkan dengan tahapan dan tindakan. Keberadaan seorang panutan, role model, publik figur di komunitas olah raga ini, sangat berperan untuk menumbuhkembangkan komunitas olahraga ini," bebernya.

Ke depan komunitas yang didirikan ini akan diarahkan pada pengembangan kemampuan (skill) untuk memajukan komunitas terlebih dahulu. Apabila di antara pelaku dan pecinta olah raga ini mempunyai kemampuan teknis maka, persaingan diantara mereka akan memunculkan seorang juara yang kelak akan dapat mengharumkan nama baik keluarga, komunitas, daerahnya sendiri.


Terbentuknya komunitas ini juga memberikan harapan bagi Pemkab Kuningan dan Kemenpar untuk dapat melihat bahwa potensi anak daerah sangatlah berpeluang untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan wisata daerahnya sendiri. 

"Dengan kemampuan dan hobby yang mereka miliki melalui bersepeda ini. Hal ini menjadi ladang positif bagi siapapun yang ingin berolahraga, mempersiapkan diri sebagai atlet pesepeda, menyalurkan hobbi dan memperluas silaturahmi dapat terjadi dalam komunitas ini," jelas Rizki.

Kerjasama Pentahelix antara Pemerintah, imbuhnya UMKM, akademisi dan tenaga kesehatan dapat terjadi untuk memajukan dan mempromosikan daerah kuningan ini dalam bentuk Kuningan Bersepeda. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.