Ads Top

Meski Purnabakti, PC PWRI Kuningan Tetap Eksis untuk Berkarya

KUNINGAN - Pengurus Cabang Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kuningan menerima kunjungan Pengurus Daerah PWRI Provinsi Jawa Barat, di Sekretariat PWRI Kuningan, Jalan Mangkubumi, Senin (07/06/2021).

Silaturahmi pengurus PWRI Jabar yang mewakili Kepada Bidang Kesejahteraan, Aik Tahri, diterima oleh Ketua PWRI Kuningan, H Murdja Al Murdjaman didampingi Wakil Ketua, H Lili Suherli. Hadir juga pengurus PWRI Kuningan lainnya, Ketua Kerta Wredatama, Hj Yuyu Yunani.


Dalam pertemuan tersebut, utusan Bidang Kesejahteraan PWRI Jabar membahas arti pentingnya keberadaan PWRI bagi pengurus, anggota dan masyarakat umum.

"Meskipun anggota dan pengurus PWRI ini bisa dibilang lanjut usia, tapi bukan berarti mereka berhenti berkarya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekelilingnya," kata Aik.

Pengurus PWRI, ujarnya, harus bisa membuktikan bahwa PWRI itu ada dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga keberadaan PWRI ini tidak dipandang sebelah mata.

PMB UNIVERSITAS KUNINGAN KLIK DI SINI

PMB Uniku

"Buktikan PWRI itu ada dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga eksistensinya bisa dirasakan oleh masyarakat," ajaknya.

Untuk membuktikan hal itu, imbuhnya, pengurus PWRI harus punya kemauan, mimpi, kemampuan, keberanian dan niat.

"Ya walaupun itu harus terukur, karena usia kita sudah tidak lagi muda. Namun agar bisa tetap berkarya hal itu harus tetap dimiliki para pengurus PWRI," kata Aik yang juga menjabat sebagai Kadiv di Yayasan Saung Kadeudeuh ini.

Sejalan dengan masukan dari pengurus PWRI Jabar, Ketua PWRI Cabang Kuningan, H Murdja didampingi wakilnya H Lili Suherli mengatakan bahwa di keanggotaan PWRI Kuningan hal untuk menunjukkan eksistensi PWRI di masyarakat saat ini sedang dibangun. 

Salah satunya dengan program pemberdayaan perekonomian dan kesejahteraan anggota melalui pelatihan kewirausahaan yang akan digelar dalam waktu yang tidak lama lagi.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Kunjungan PWRI Jabar ini juga merupakan salah satu bagian dari rencana kita untuk mengadakan pelatihan wirausaha bagi pengurus dan anggota PWRI Kuningan," kata Murdja.

Di Kuningan, imbuhnya, para purnabakti pun saat ini banyak yang memanfaatkan masa purnabaktinya dengan kegiatan ekonomi di rumah.


"Mereka ada yang bertani, berwirausaha dan memiliki kegiatan ekonomi keluarga lainnya. Namun tidak sedikit juga yang masih enggan berkegiatan, dengan alasan ingin beristirahat dulu paska pensiun," paparnya.

Namun, yang jadi permasalahan saat ini di tubuh organisasi PWRI, masih kata dia, bahwa kebanyakan para pensiunan ASN di Kuningan belum tahu bahwa ada wadah bagi mereka untuk berekspresi dan menunjukkan karyanya bagi masyarakat di masa pensiun, yakni Organisasi PWRI.

"Rata-rata para purnabakti ini tidak tahu keberadaan organisasi PWRI ini. Makanya, ke depan kita akan terus mempublikasikan organisasi PWRI ini dalam berbagai kegiatan," jelasnya.

Namun, program-program PWRI Kuningan ini akan bisa berjalan tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari para purnabaktinya itu sendiri.

"Kita berbuat, berkegiatan ini bukan untuk pribadi, kita masih ingin berkarya agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, minimal para keluarga anggota PWRI," tandasnya.


Seperti kegiatan pelatihan wirausaha yang akan dilaksanakan, pihaknya mendorong peserta dari keluarga anggota PWRI agar memiliki kemampuan pengembangan usaha ke depan. Sehingga output dari pelatihan itu, bisa ditularkan kembali kepada masyarakat di lingkungannya.

"Ke depan, kita berkeinginan membentuk kepengurusan PWRI ini hingga ke kecamatan-kecamatan. Agar eksistensi dan karya PWRI ini bisa merata dirasakan di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan," tutupnya.

Diberdayakan oleh Blogger.