Dihadiahi Korek Kuping oleh Warganya, Ini Reaksi Bupati Kuningan

KUNINGAN - Bupati Kuningan, H Acep Purnama dihadiahi tiga jenis benda oleh warga Kuningan yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Kuningan saat mereka melakukan protes terhadap aturan PPKM Darurat yang dinilai memberatkan masyarakat. Ketiga benda tersebut adalah sandal jepit, korek kuping dan obat tetes mata. 

Menanggapi pemberian hadiah tersebut, Bupati Acep, tidak memperlihatkan ketersinggungan. Malahan, Acep mengaku berterima kasih atas adanya masukan atau kritikan dari warganya. 


"Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan masukan dalam bentuk simbol agar kami lebih peka lagi melihat, mendengar dan merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat di bawah saat ini, " ujar Acep saat ditanya tanggapan terkait pemberian "hadiah" tersebut. 

Ia mengakui, apa yang dikeluhkan masyarakat Kuningan belum sepenuhnya bisa ditangani oleh pemerintah. 

"Namun dari semua yang disimbolkan ini kami akui, ada yang sudah, sedang dan belum kami laksanakan, sehingga masih ada permasalahan di masyarakat, " ucapnya. 

Ia berterima kasih atas "hadiah" tersebut. Pihaknya tahu bahwa saat ini ada hal yang belum maksimal dilakukan untuk pengabdian dan pelayanan pada masyarakat Kuningan. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Namun kami mohon masyarakat bisa tetap bersabar, terima kasih atas koreksinya. Apabila ada yang dirasakan kurang, baik dalam pelayanan, tindakan dan perbuatan kami, yang tidak berkenan, maka kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, " tandas Acep. 

Sebrlumnya diberitakan, ada hal unik saat penyampaian aspirasi terkait Aturan PPKM Darurat di Kabupaten Kuningan, oleh empat komponen masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Kuningan, Senin (19/07). Salah seorang perwakilan warga, Mustain, memberikan "hadiah" kepada Bupati Acep sebagai bentuk "teguran" dari masyarakat kepada pemerintah. 

Yang membuat kaget, ternyata hadiah tersebut berupa benda-benda yang biasa dipakai dalam keseharian untuk membersihkan telinga, mata dan alas kaki. 

"Ya korek kuping ini benda yang biasa dipakai untuk membersihkan telinga dari kotoran. Ini permintaan masyarakat pada pemerintah agar bisa lebih peka mendengar keluh kesah mereka, " ujarnya. 

Sementara, sandal jepit, imbuhnya, adalah menandakan masyarakat lapisan bawah. Pemberian sandal jepit ini ditujukan massa audiensi, agar pemerintah tahu bahwa mereka banyak mengurus masyarakat yang tidak semuanya mampu dan ada di "atas".


" Pak Bupati juga pasti pernah merasakan ketika berada di bawah. Di saat ini banyak masyarakat bawah yang butuh uluran akibat diterapkannya PPKM, Pak Bupati harus peka akan hal ini, " terangnya. 

Kemudian, satu benda lagi berupa obat tetes mata, ditujukan mereka sebagai teguran pada pemerintah agar lebih peka melihat apa yang sedang terjadi pada warganya. (Nars) 


No comments

Powered by Blogger.