Ads Top

Jelang PPKM Darurat, Permintaan Gas Medis di Kabupaten Kuningan Diprediksi Meningkat 30 Persen

 


KUNINGAN - Permintaan terhadap gas medis (oksigen) di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kabupaten Kuningan disebutkan meningkat sekira 30 persen, seiring bertambahnya jumlah pasien terpapar COVID-19 yang ditangani oleh rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kuningan ini. 
Direktur RSUD 45 Kuningan, dr Deki Syaifullah, mengatakan hal itu, Jum'at (02/07/2021) kepada kuninganreligi.com.

"Iya, saat ini penanganan pasien yang terpapar Covid-19 di RSUD 45 sedang mengalami peningkatan. Untuk permintaan tabung gas medis juga mengalami peningkatan sekira 20-30 persen, " ungkapnya. 
Meski mengalami peningkatan akan permintaan gas medis bagi penanganan pasien covid, namun Deki menambahkan, untuk di RSUD 45 tidak begitu kesulitan dalam pengadaannya. 
"Insya Allah stok gas di RSUD 45 aman, kita selalu usahakan ada stok untuk 3 hari. Dan dari penyedia atau supplier yang ada di Cirebon pun kita diprioritaskan, karena RSUD 45 adalah RS rujukan untuk penanganan COVID-19 di Kuningan, " paparnya. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku
Bicara tentang penanganan pasien covid di RSUD 45, Deki mengatakan, perawatan dilakukan secara intensif. Bagi pasien yang kondisinya membaik, dirujuk ke ruang isolasi di RS Darurat Penanganan Covid (eks RSCI) di Jalan Ciharendong. 
"Terkait jumlahnya memang meningkat, sempat ada antrian di RSUD 45 juga. Tapi kita sediakan 5 ruang isolasi tambahan, " jelasnya. 
Terpisah, Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, saat ditanya terkait permintaan akan gas medis di saat terjadi lonjakan kasus COVID-19, mengatakan bahwa dari hasil monitoring pihaknya di lapangan, di Kuningan masih tergolong aman. 

"Dari monitoring di beberapa tempat aman, baik di supplier maupun di pihak RS sebagai pengguna, " terang IB, sapaannya. 
Ia membenarkan bahwa dalam waktu beberapa hari ini ada peningkatan penggunaan dan kebutuhan akan gas medis ini. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.