Ads Top

PEMANFAATAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR EKONOMI PADA MASA PANDEMI DI SMA NEGERI 1 GARAWANGI


Oleh: Yulia Margana, SPd.

(Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Garawangi - Kuningan) 

yulimarganars@gmail.com

Abstraksi

Penelitian ini dilakukan atas dasar pengamatan terhadap minat belajar siswa pada masa pandemi yang cenderung mengalami penurunan. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang bertujuan menerapkan penggunaan teka-teki silang (TTS) sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pelajaran Ekonomi. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yang masing-masing tahapan terdiri dari satu kali pertemuan. Setiap tahapan terdiri dari siklus perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Garawangi Kuningan, dengan sampel penelitian di kelas X IPS-4 sebanyak 36 orang siswa,  pada semester genap Tahun Ajaran 2020-2021. 

Teknik pengumpulan data dalam penelitian terdiri atas data kualitatif yang didapat melalui pengamatan dan catatan di lapangan, serta data kuantitatif yang didapat dari hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan media TTS telah meningkatkan minat belajar siswa.  


Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa pada siklus I, II, dan III masing-masing yaitu: 70.8%, 84.16% dan 85.27%.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dinyatakan bahwa media TTS mampu meningkatkan minat belajar siswa kelas X IPS-4  pada pembelajaran Ekonomi di SMAN 1 Garawangi.


Pendahuluan

Pandemi telah memaksa proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau dengan istilah lain daring (dalam jaringan). Pelaksanaan pembelajaran seperti ini menyebabkan siswa dan guru tidak dapat melakukan pembelajaran secara tatap muka, namun mengharuskan siswa belajar secara mandiri dengan penugasan melalui Google Classroom, Zoom meet, WA grup, maupun aplikasi lainnya. Berdasarkan pengamatan dalam pembelajaran selama masa pandemi ini, minat belajar siswa SMA Negeri 1 Garawangi mengalami penurunan. Menurunnya  minat siswa dalam mengikuti pelajaran tersebut tercermin dari banyaknya siswa yang terlambat dalam mengumpulkan tagihan tugas bahkan tidak mengumpulkan sama sekali. Tugas-tugas yang diberikan tidak jarang membuat siswa mengeluh. Bentuk soal yang berupa uraian membuat siswa menjadi bosan sehingga pengumpulan tugas tidak tuntas dan melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Tak terkecuali dengan pelajaran Ekonomi.  

Mata pelajaran Ekonomi adalah  mata pelajaran yang kaya akan istilah-istilah. Kesulitan yang biasanya dialami siswa ketika mempelajari Ekonomi adalah sulitnya mengingat istilah-istilah tersebut. Oleh karena itu  diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut. Maka dari itu peneliti mencoba untuk membuat bentuk penugasan yang lebih menyenangkan dengan menggunakan media teka-teki silang.

Teka-teki silang merupakan sebuah permainan mengisi kotak-kotak kosong dengan huruf-huruf hingga membentuk sebuah kata yang sesuai dengan petunjuk. Teka-teki silang dapat dijadikan media pembelajaran yang menyenangkan. Media ini mempunyai kelebihan diantaranya merangsang siswa untuk lebih aktif dan kreatif, hal ini dikarenakan pada penggunaan media TTS pengerjaan soalnya dituntut untuk  lebih menekankan ketelitian. Mengingat karakteristik permainan TTS yang mudah dan menyenangkan, diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa yang umumnya senang untuk diajak bermain.


Diharapkan melalui media teka-teki silang ini akan dapat meningkatkan minat belajar siswa di SMA Negeri 1 Garawangi. 


Metode Penelitian

Penelitian ini didasarkan pada hasil pengamatan selama pembelajaran masa pandemi. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X IPS-4 SMA Negeri 1 Garawangi sejumlah 36 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021. Prosedur penelitian ini terdiri atas empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus, yaitu perencanaan, tindakan,  pengamatan dan  refleksi. 

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak bisa diukur secara langsung atau data yang tidak berbentuk angka, tetapi berhubungan dengan kualitas tertentu. Analisis data kuantitatif digunakan untuk data observasi dan angket. Data observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas pembelajaran guru dan siswa di dalam kelas. Sedangkan data angket digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Ekonomi. Peneliti membuat skala 0-50% = Sangat Rendah, 50-60% = Rendah, 61-70% = Sedang, 71-80% = Tinggi dan 81-100% = Sangat Tinggi. Dengan Indikator keberhasilan untuk minat belajar pada siklus I= 70%, siklus II = 75% dan siklus III = 80%

Siklus I :

Perencanaan

Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan sebagai berikut:

Peneliti menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat serangkaian kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media Teka-Teki Silang.

Menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri dari:

Lembar observasi aktivitas guru

Lembar observasi aktivitas siswa

Angket minat belajar siswa (dalam bentuk google form)

Tindakan

Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam bentuk pembelajaran dan siklus. Tiap pembelajaran dilakukan dengan materi yang berbeda. Pada tahap ini, rancangan model dan skenario pembelajaran akan diterapkan. 

Observasi atau Pengamatan

Observasi dilakukan untuk mengetahui perubahan yang merupakan dampak dari adanya tindakan. Kegiatan observasi dilakukan pada waktu penelitian atau pada waktu pelaksanaan tindakan. Ada tidaknya perubahan dipantau sejak tindakan diberikan. Hal-hal yang perlu diamati meliputi: pengamatan terhadap kegiatan guru dalam penerapan metode Teka-Teki Silang dan minat belajar siswa selama proses pembelajaran.

Refleksi

Hasil observasi atau pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dijadikan bahan refleksi untuk mengetahui kemajuan minat belajar siswa. Peneliti dan kolaborator melakukan refleksi untuk mengetahui apakah yang terjadi sesuai dengan rancangan skenario, apakah tidak terjadi penyimpangan atau kesalahan prosedur, apakah prosesnya seperti yang diharapkan.  Selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan putaran atau siklus berikutnya, apakah tindakan yang diberikan akan diteruskan, dimodifikasi, atau disusun rencana yang sama sekali baru jika ternyata belum mencapai kriteria keberhasilan tindakan. 

Siklus II dan III :


Perencanaan tindakan pada siklus ke II dan III didasarkan pada hasil refleksi siklus I. Jika dari siklus I ke siklus II sudah terjadi peningkatan sesuai dengan ketercapaian indikator keberhasilan, maka siklus III hanya sebagai pemantapan pada siklus I dan II. Namun jika peningkatan belum sesuai dengan indikator keberhasilan, maka pada siklus II tahap kerjanya seperti siklus I. Namun pada siklus II rencana penelitian disusun berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. Siklus ini juga dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, penelitian ini akan dilanjutkan ke siklus III apabila pada siklus II target belum tercapai. 

Hasil Penelitian dan Pembahasan 

3.1.  Hasil

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Kondisi awal ternyata minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran Ekonomi cenderung menurun. Siswa sering terlambat mengumpulkan tugas bahkan banyak siswa yang tidak mengumpulkan sama sekali. Hal tersebut dijadikan tolak ukur dalam merancang pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar dengan penugasan yang menyenangkan.

Hasil Penelitian Siklus I

Hasil observasi terhadap guru: Persentase skor 78% artinya secara keseluruhan hasil observasi baik. 

Hasil observasi terhadap siswa. Persentase skor 70% artinya secara keseluruhan hasil obervasi siswa cukup baik. 

Hasil Minat: Berdasarkan analisis angket persentase minat belajar siswa 70.8%, ini menunjukkan minat belajar sudah sesuai dengan indikator keberhasilan.

Diagram Minat Belajar Ekonomi di kelas X IPS-4 Siklus I

Sumber : Pengolahan Data 2021

Hasil Penelitian Siklus II

Hasil observasi terhadap guru: Persentase skor 81.25% artinya secara keseluruhan hasil observasi baik. Lebih baik dari Siklus I

Hasil observasi terhadap siswa. Persentase skor 77.50% artinya secara keseluruhan hasil obervasi siswa baik. Lebih Baik dari siklus I

Hasil Minat: Berdasarkan analisis angket persentase minat belajar siswa 84.16%, ini menunjukkan minat belajar sudah sesuai dengan indikator keberhasilan.

Diagram Minat Belajar Ekonomi di kelas X. IPS-4 Siklus II

Sumber : Pengolahan Data 2021

Hasil Penelitian Siklus III

Hasil observasi terhadap guru: Persentase skor 87.50% artinya secara keseluruhan hasil observasi sangat baik. Lebih baik dari Siklus II

Hasil observasi terhadap siswa. Persentase skor 82.50% artinya secara keseluruhan hasil obervasi siswa baik. Lebih Baik dari siklus II

Hasil Minat: Berdasarkan analisis angket persentase minat belajar siswa 85.27%, ini menunjukkan minat belajar sudah sesuai dengan indikator keberhasilan.

Diagram Minat Belajar Ekonomi di kelas X IPS-4 Siklus III 

     Sumber : Pengolahan Data 2021

Dalam penelitian pada siklus I terdapat hambatan untuk meningkatkan keaktifan siswa  yang memang belum terlalu besar. Namun setelah diberikan motivasi dan pendekatan yang lebih intens kepada siswa serta saran dari observer untuk memberikan reward, keaktifan siswa mulai meningkat  pada siklus II dan terus menigkat pada siklus III. Namun peningkatan dari siklus II ke siklus III tidak terlalu signifikan karena disebabkan siswa juga sudah mulai merasa jenuh dengan penggunaan media teka-teki silang selama 3 siklus berturut-turut.

 Pembahasan

Setelah menganalisis data menguji hipotesis yang telah dibuat tentang “Upaya meningkatkan minat belajar Ekonomi pada siswa SMA Negeri Garawangi” dengan hasil sebagai berikut:

Berdasarkan diagram hasil analisis minat belajar Ekonomi terdapat peningkatan. Minat belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 13,36% artinya terjadi peningkatan minat belajar Ekonomi siswa kelas X IPS-4 dari 70.8% menjadi  84.16% , kemudian pada siklus III mengalami peningkatan sebesar 1,11% sehingga minat belajar siswa menjadi 85.27%. Maka, dapat dinyatakan bahwa minat belajar pada Siklus I < Siklus II < Siklus III. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa media Teka Teki Silang mampu meningkatkan minat belajar Ekonomi pada siswa SMAN 1 Garawangi.



Kesimpulan 

Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan dan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa media teka-teki silang dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran berbasis permainan yang menyenangkan,  menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan  dapat meningkatkan minat belajar Ekonomi pada siswa SMA Negeri 1 Garawangi Tahun Pelajaran 2020/2021.


Referensi 


Oemar Hamalik,(1985). Media Pendidikan.Alumni, Bandung. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 Tahun 2007. Tentang standar Proses Untuk Satuan Pendidikan dasar dan Menengah.

Adhi, Ginanjar. (2020). Minat Belajar. Diambil dari : https://www.tripven.com/minat-belajar/. 

Hidayati, Nia. (2010). Manfaat tekateki-silang sebagai penambah wawasan dan mengasah kemampuan. Diambil dari : https://www.niahidayati.net/manfaat-teka-teki-silang-sebagai-penambah-wawasan-dan-mengasah-kemampuan.html. 

Imas Kurniasih dan Berlin Sani (2014). Teknik & Cara Mudah Membuat  Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : kata pena

Sadiman. (2014). Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Sulipan. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Diambil dari https://endangkurnia.files.wordpress.com/2010/11/penelitian-tindakan-kelas_endang.pdf. 

Diberdayakan oleh Blogger.