Ads Top

Perjuangan Rumah Sakit Layani Pasien Covid, Maksimalkan Sumberdaya Lawan Lonjakan Jumlah Pasien

Bangunan RS Aria Kamuning, Kabupaten Kuningan


KUNINGAN - Lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Kuningan memunculkan masalah yang tak jauh berbeda dengan daerah lain, seperti menipisnya stok oksigen, angka kematian pasien covid yang meningkat, kurangnya bed untuk isolasi di RS hingga terdampaknya perekonomian masyarakat akibat diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 


Hal tersebut dirasakan juga oleh sebagian besar rumah sakit di Kabupaten Kuningan. Seperti halnya di RS Aria Kamuning, yang beralamat di Jalan Raya Kadurama, Kecamatan Cidahu. 

Pihak manajemen Rumah Sakit Aria Kamuning mengakui, dalam beberapa pekan ini mereka tak luput dari kesibukan melayani lonjakan jumlah pasien yang mengalami gejala COVID-19. 

"Meski lonjakan kasus covid terus naik, kita tetap berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi masyarakat. Kita tidak akan mengumumkan untuk menolak pasien, tapi kita akan terus berupaya memberikan pertolongan dengan mengedepankan kemanusiaan," papar Owner RS Aria Kamuning, Karyani, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (16/07/2021). 

Didampingi Direktur RS Aria Kamuning, dr Reagan, Karyani mengatakan, kondisi darurat pelayanan di rumah sakit akibat melonjaknya jumlah pasien covid, pasti juga dirasakan oleh rumah sakit lain. 

"Iya seperti tenaga medis yang terus berjuang di garda terdepan dengan risiko terpapar, kurangnya tenaga pemulasaraan jenazah covid, hingga stok oksigen yang kurang, pasti semua rumah sakit mengalaminya saat ini, " terangnya. 

Ditambahkannya, untuk melayani pasien covid, memang ada batasan yakni 30 persen dari jumlah tempat tidur yang ada harus disediakan. Namun kondisi sekarang, tidak hanya 30 persen, malahan  hampir 70 persen ruangan di RS Aria Kamuning dipakai untuk melayani pasien covid. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Untuk pengadaan oksigen pun kita akui harus berjuang ekstra agar bisa mendapatkannya. Semua petugas di RS kita kerahkan agar mengupayakan mendapatkan oksigen demi melayani pasien, " katanya. 

Hal itu Ia katakan saat menjawab adanya keluhan keluarga pasien Covid yang menyebutkan pelayanan di RS Aria Kamuning tidak memuaskan. 

"Kondisi memuaskan atau tidak memang hak masyarakat untuk menilai. Yang jelas kondisi seperti ini Kami rasa mungkin terjadi juga di RS lain, dimana pelayanan tidak bisa maksimal akibat segala keterbatasan, dampak dari tingginya lonjakan  kasus Covid di Kuningan ini, " tandas Karyani. 

Ia menyebutkan dalam pengalaman pelayanan pasien, pernah ada dalam sehari terjadi kasus meninggal dunia hingga 7 orang di rumah sakitnya. Karena keterbatasan petugas pemulasaraan jenazah dan jarak rumah pasien dari RS mengakibatkankan penanganan dirasakan belum maksimal. 


"Untuk satu jenazah petugas kita butuh waktu 3 jam, bayangkan jika 7 jenazah. Belum lagi jika jarak rumah mereka jauh dan harus ada pahaman soal pemulasaraan pada keluarga pasien. Kita butuh waktu lebih lama, " ujarnya. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.