Puluhan Warga Binaan Lapas Kelas II A Kuningan Terpapar COVID-19

 


KUNINGAN - Sejumlah 65 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kuningan diinformasikan terpapar COVID-19. 
Hal itu diketahui setelah dilakukan Swab PCR terhadap 65 WBP oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan pada Rabu (23/06) lalu. Hasil Swab PCR sendiri, baru keluar pada Kamis (01/07). 
Selain 65 WBP yang positif hasil Swab PCR, diinformasikan juga ada sejumlah 17 pegawai yang reaktif antigen.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Gumelar Budi Rahayu, saat dikonfirmasi kuninganreligi.com di lingkungan Lapas pada Kamis (01/07) membenarkan informasi tersebut. 
"Iya benar, awalnya tanggal 18 Juni lalu, ada salah seorang WBP yang mengalami gejala demam. Kemudian, dilakukan swab antigen dan ternyata positif , " terang Gumelar.
Kemudian, dari pemeriksaan tersebut, setelah ditracing kontak erat, ada 7 orang yang harus diswab. Dari 7 orang tersebut, hasilnya ada 5 yang dinyatakan positif COVID-19. 

PMB UNIVERSITAS KUNINGAN KLIK DI SINI

PMB Uniku
Mengetahui hal tersebut, pihak Lapas langsung berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan, dan pada tanggal 21 Juni, diturunkan Tim Nakes dari Puskesmas Kuningan untuk melakukan tracing. 
"Dari 5 orang yang positif sebelumnya, muncullah 65 orang hasil tracing, yang harus dilakukan swab PCR. Dan akhirnya pada Rabu (23/06) lalu dilakukan Swab PCR pada 65 orang WBP tersebut, " ujarnya. 
Ditambahkan, setelah satu pekan menunggu, didapatkan hasil Swab PCR yang menyatakan 65 WBP terkonfirmasi positif COVID-19. 
"Kita langsung melakukan upaya untuk mengkarantina (lockdown) dengan memisahkan blok (kamar) mereka yang positif. Untuk kegiatan seperti mandi pun kita bikin secara bergiliran, " ungkapnya. 
Gumelar mengatakan, dari hasil pengamatan pihaknya terhadap keenam puluh lima WBP yang positif, Ia bersyukur tidak ada yang punya gejala sakit. 
"Artinya, mereka semua Alhamdulillah tanpa gejala, paling juga ada yang demam dan batuk biasa. Kita terus berikan penanganan agar kesehatan mereka tidak menurun, misalkan dengan berjemur tiap pagi, " kata Gumelar lagi. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku
Dari kondisi banyaknya WBP yang terpapar COVID-19 ini, pihak lapas mengharapkan adanya koordinasi yang baik dari Satgas Covid-19 Kabupaten Kuningan terkait penanganan secara medis dan lainnya. 
"Kita berharap ada upaya dari semua pihak, terkait penanganan dan penyediaan suplemen seperti vitamin, anti virus, dan kontrol kondisi. Sejauh ini, Alhamdulillah dari Pemkab juga banyak membantu, " sebutnya. 
Pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Jabar terkait penanganan kasus COVID-19 di dalam Lapas. 
"Kami dari pimpinan Lapas tidak bosan-bosan dan tidak capek terus menyampaikan agar petugas Lapas dan WBP untuk tetap melaksanakan Prokes, " tandasnya. 

Terkait kemungkinan penularan awal virus di dalam Lapas, Gumelar menduga bahwa virus dibawa oleh salah seorang pegawai yang kemudian menular ke penghuni Lapas yang lainnya.
Untuk diketahui, di Lapas Kelas II A Kuningan ini, total WBP ada sejumlah 402 orang. Adapun jumlah kamar dalam satu blok ada 40 kamar dengan jumlah penghuni per kamar ada 4-5 WBP. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.