Ads Top

Karang Taruna Kuningan Harapkan Anggotanya Jadi Agen Pendidikan Politik di Masyarakat


KUNINGAN - Karang Taruna Kabupaten Kuningan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya hingga akar rumput. Salah satunya adalah dengan memberikan pembekalan pengetahuan tentang politik dan kesadaran berdemokrasi. 

Guna memberikan pemahaman tersebut, Karang Taruna Kabupaten Kuningan menggandeng Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kuningan sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum yang berkompeten perihal perpolitikan di daerah. 


Kerjasama yang dijalin Karang Taruna bersama KPUD Kuningan ini dikuatkan dalam nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani pada Selasa (03/08/2021) di Kafe Kopi Lendot, Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana.

Ketua Karang Taruna Kuningan, Dr Carlan, menjelaskan penandatangan MoU tersebut merupakan momentum untuk pendidikan politik terhadap masyarakat bagaimana membangun kesadaran demokrasi.

"Karang Taruna kan menjangkau akar rumput masyarakat, diharapkan dengan adanya MoU ini mereka bisa menularkan pendidikan politik dan kesadaran berdemokrasi ini kepada masyarakat, " kata Elon, sapaannya. 

Di lingkungan masyarakat, imbuhnya, pendidikan politik ini penting sekali untuk memberikan kesadaran berdemokrasi agar tercipta masyarakat yang damai dan kondusif. 

"Apalagi menjelang agenda Pilkades, yang merupakan barometer pemilu nasional. Jika Pilkades terselenggara dengan lancar, aman dan damai maka Pemilu pun akan seperti itu, " ucapnya. 

Terkait kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pembekalan pendidikan politik ini, Karang Taruna bersama KPUD Kuningan akan menggelar dalam bentuk workshop, bimtek hingga seminar, maupun pertemuan informal. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Sementara, Ketua KPU Kuningan, Asep Z Fauzi, menyambut baik upaya kerjasama yang digagas Karang Taruna. Diharapkan Karang Taruna bisa membantu tupoksi KPUD dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. 

"KPU jelas tak bisa sendiri dalam rangka memperkuat tatanan demokrasi di Kuningan,  karangtaruna punya potensi untuk bisa digerakan dalam konteks memperkuat, dan itulah nilai sinergisitasnya," ujar Asfa.

Karena menurutnya, penyelenggaraan pesta demokrasi ini bisa menjadi suatu yang menarik, dan menghibur. 

"Sehingga ke depan penyelenggaraan pesta demokrasi di setiap tingkatan bahkan bisa jadi wisata politik bagi masyarakat. Bukan malah menyisakan ekses yang memecah belah persatuan di masyarakat, " paparnya. 

Dalam kegiatan MoU tersebut, digelar juga diskusi politik Ngaji Demokrasi (Ngadem) pendidikan politik, yang menghadirkan narasumber Demisoner Ketua KPU Kuningan Heni Susilawati.

Heni membawakan materi tentang "Pemilih berdaulat, peluang dan tantangan menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024" . 


"Pendidikan politik berkelanjutan sangat diperlukan agar pemilih menyadari hak dan kewajibannya sebagai warg negara yang baik, " paparnya. 

Ia mengajak masyarakat untuk bisa segera move-on setiap usai penyelenggaraan pesta demokrasi untuk melebur kembali dalam satu persatuan tanpa membedakan kubu dukungan. 

"Jangan sampai para elitnya sudah ngopi bareng, tapi pendukungnya masih berbeda pendapat, " ungkapnya. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.