Ads Top

Komunitas Odong-Odong Curhat ke Anggota DPRD Provinsi, Ingin Dilegalkan

Hj Tina Wiryawati serahkan bantuan pada pengemudi Odong-Odong di Kuningan


KUNINGAN - Pentolan pengurus Komunitas Mobil Odong-Odong Kuningan (Komodo 88) berkesempatan melakukan bincang santai dengan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra, Hj Tina Wiryawati. Bertempat di salah satu rumah pengurus Komodo 88, di Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, pada Senin (09/08/2021) mereka mencurahkan kendala yang dihadapi selama menjalankan aktifitas sebagai sopir kendaraan modifikasi yang kini banyak digemari anak-anak ini. 

"Kendala yang kami hadapi adalah belum diakuinya jenis kendaraan Odong-Odong ini dalam Undang-undang lalu lintas. Makanya saat beroperasi di jalan terkadang takut juga ditilang, " ujar pembina Komodo 88, Maya Swara pada Aleg Dapil Jabar 13 (Kabupaten Kuningan, Ciamis,Pangandaran dan Kota Banjar) ini. 


Selain itu, pihaknya juga sedang menempuh proses agar komunitas Komodo 88 ini bisa mendapatkan akta notaris legalitas organisasi. 

"Jika sudah punya legalitas, kita bisa lebih leluasa untuk mengadvokasi teman-teman sopir Odong-Odong ini agar merasa tenang saat berkendara, " ucapnya. 

Kepada Anggota DPRD Jabar, Tina Wiryawati, Komunitas Odong-Odong ini berharap agar bisa memfasilitasi dalam proses pembentukan legalitas organisasinya. 

Selain itu, Maya mengklaim bahwa jika Komodo 88 bisa punya legalitas resmi, bisa jadi pilot project bagi komunitas yang sama di seluruh Indonesia. Karena hingga saat ini belum ada komunitas Odong-Odong yang secara resmi memiliki legalitas secara hukum. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Kita ingin naik level dan resmi, dari Odong-Odong ini ke depan bisa jadi kereta wisata desa yang bisa membantu menggairahkan aspek pariwisata di Kuningan, " tandas Maya. 

Disamping itu, Maya juga mengeluhkan saat ini di masa PPKM, omzet pendapatan dari menarik Odong-Odong sangat menurun. Beda ketika saat PSBB, tahun lalu, diberlakukan. 

"Pada saat PSBB tahun lalu masih ada anak-anak yang rame naik Odong-Odong, namun saat PPKM ini meski sudah ada kelonggaran, justru penumpangnya yang enggak ada, " ujarnya. 


Menanggapi keluhan para pengemudi Odong-Odong ini, Hj Tina menjanjikan akan membantu proses legalitas Komunitas Odong-Odong 88 Kuningan ini. 

"Kita akan bantu legalitasnya dulu baru nanti kita akan lakukan pemberdayaan dan pembinaan. Jika sudah ada legalitas kan bisa jadi percontohan bagi komunitas sejenis di tempat lain, " kata Tina. 

Ia juga mengaku prihatin atas kondisi pendapatan para pengemudi Odong-Odong di masa PPKM ini. Untuk meringankan beban mereka, Tina juga memberikan bantuan berupa beras yang diserahkan secara simbolis kepada Ketua Komodo 88 Kuningan, Mahmud. 


"Saya berharap kendaraan jenis Odong-Odong ini bisa mewarnai dan jadi moda transportasi penghubung dari satu lokasi wisata ke lokasi wisata lainnya. Sehingga para wisatawan tidak kesulitan bergerak antar tempat wisata ini, " ungkapnya. 

Untuk diketahui, jumlah pengemudi Odong-Odong yang tergabung dalam Komodo 88 ini ada 56 orang. Komunitas ini adalah gabungan dari pengemudi Odong-Odong dari seluruh wilayah di Kabupaten Kuningan. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.