Ads Top

Lamping Kidang Bakal Jadi Percontohan Penanganan Masalah Kotoran Hewan dan Wisata Terpadu

Musyawarah BTNGC, Dinas LH, Anggota Komisi 3 DPRD Kuningan dan Kelompok Masyarakat Lamping Kidang Atasi Masalah Limbah Kohe

KUNINGAN - Sejumlah komponen sepakat untuk menjadikan Lamping Kidang sebagai titik percontohan untuk demonstrasi penanganan masalah kotoran hewan (kohe), penanganan sampah dan wisata Terpadu. 

Lokasi Demplot Lamping Kidang berada di Blok Lamping Kidang, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. 


Kesepakatan tersebut terungkap dalam musyawarah yang melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kuningan, Kelompok Masyarakat Lamping Kidang, Pengusaha, Himpunan Kelompok Tani Indonesia dan perwakilan dari DPRD Kuningan, pada Selasa (17/08/2021). 

Hadir dalam musyawarah ini, Kepala BTNGC,  Teguh Setiawan, Kepala Dinas LH Kuningan, Wawan Setiawan, perwakilan HKTI, Sumadi, Anggota Komisi 3 DPRD Kuningan, Sri Laelasari, dan sejumlah peternak di Desa Cisantana. 

Kepala BTNGC, Teguh Setiawan, didampingi Kasi PTN Wilayah Kuningan, San Andre Jatmiko, mengatakan bahwa lokasi Lamping Kidang ke depan diharapkan jadi titik percontohan terkait penggabungan konsep antara wisata alam, pertanian sehat dan peternakan. 

"Bermula dari permasalahan penanganan kotoran hewan yang sering muncul, kita memberdayakan Kelompok Masyarakat Lamping Kidang untuk mewujudkan terbentuknya wisata terpadu di Lamping Kidang ini, " kata Teguh kepada kuninganreligi.com, usai acara musyawarah tersebut. 

Upaya yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat adalah membangun instalasi pengolahan limbah kotoran hewan (sapi) di peternakan yang ada di Lamping Kidang yang dikerjasamakan dengan ahlinya. 

"Kita sedang membangun instalasi pengolahan limbah kohe ini. Ternyata meski baru dibangun, sudah ada yang menunggu untuk berproduksi, " ujarnya. 

Semangat mendirikan pengelolaan limbah kohe dan wisata terpadu ini, imbuhnya, semakin kuat ketika ada apresiasi baik dari anggota DPRD Kuningan dan dari Dinas LH Kuningan. 

"Mudah-mudahan saja IPAL Kohe yang kita bangun ini bisa jadi percontohan dan daya tarik bagi para peternak tentang bagaimana memanfaatkan limbah ini. Terutama bagi Dinas LH, demplot ini semoga bisa jadi tempat studi banding para pihak yg ingin menyelesaikan permasalahan kohe, " paparnya. 

Mulai Rabu (18/08) besok, pihaknya menyebutkan akan memulai demonstrasi penerapan teknologi yang akan dikembangkan dalam proses penanganan limbah kohe di tempat tersebut. 

"Dengan penerapan teknologi ini diharapkan penanganan limbah kohe akan lebih baik dan cepat. Bahkan bisa jadi sumber penghasilan bagi masyarakat di sini, " tandasnya. 

Sementara, Kadis LH Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan, mengaku menyambut baik adanya upaya pembangunan plot percontohan instalasi pengolahan limbah kotoran hewan di Blok Lamping Kidang ini. 

Hadir dengan formasi lengkap, bersama Sekdis, para Kabid dan Kadinya, Wawan, berterima kasih atas kepedulian semua pihak dalam penanganan limbah kohe di wilayah kerjanya. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Sebenarnya kita juga telah menempuh upaya pengolahan limbah kohe ini di tempat lain. Memang permasalahan kohe ini harus ditangani secara terpadu dan jangan berhenti karena adanya masalah, " sebutnya. 

Jika akan dijadikan sebuah pilot project pengolahan limbah kohe, pihaknya berharap Instalasi yang akan dibangun di Lamping Kidang ini benar-benar baik dan bisa dicontoh karena keberhasilannya menangani permasalahan kohe dari peternakan sekitarnya. 

"Permasalahan dari limbah kohe ini memang diakui telah berdampak secara lintas desa bahkan kecamatan di Kuningan. Kita harapkan dengan penggunaan teknologi yang tepat di IPAL Lamping Kidang ini bisa jadi contoh bagi yang lainnya, sehingga tidak memunculkan masalah baru bagi lingkungan, " ujar Wawan. 

Apalagi pengolahan limbah Kohe di Lamping Kidang ini, imbuhnya, dipadukan dengan sebuah konsep wisata dan pertanian sehat. Sehingga ini akan mendukung juga bagi perputaran ekonomi (penghasilan) masyarakat yang ada di sekitarnya. 

Terpisah, Anggota Komisi 3 DPRD Kuningan, Sri Laelasari, mengapresiasi kekompakan semua unsur dalam penanganan limbah kohe yang sudah lama jadi fokus kegiatan dirinya. 

"Alhamdulillah hari ini semua kompak bersepakat mewujudkan satu percontohan pengolahan limbah kohe yang terpadu dengan penerapan inovasi dan teknologinya, " ucapnya. 


Pihaknya akan terus mendukung upaya penanganan limbah kohe ini hingga ada satu  wujud keberhasilan dan berdampak baik bagi masyarakat. 

"Soalnya sudah lama ya, Saya sering dapat laporan warga yang selalu terdampak dari pencemaran limbah kohe ini, apalagi jika musim hujan, " kata Sri. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.