Ads Top

Pasukan Paus Jadi Unggulan Diskanak Kuningan untuk Kejar Swasembada Ikan 2023

Kabid Perikanan Diskanak Kuningan, Denny Riyanto


KUNINGAN - Dinas Perikanan dan Peternakan Kuningan terus berusaha mengejar target swasembada ikan di tahun 2023. Melalui bidang perikanan, Diskanak menargetkan 27 ribu ton ikan pernah tahun untuk konsumsi masyarakat. 

"Saat produksi ikan di Kuningan baru mencapai 22 ribu ton, sehingga untuk mengejar target 27 ribu ton untuk swasembada ikan, kita masih kekurangan 5 ribu ton lagi, " terang Kepala Bidang Perikanan, Diskanak Kuningan, Denny Riyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (06/08/2021). 


Salah satu upaya untuk mengejar target swasembada ikan tersebut adalah dengan membuat program bernama "Pasukan Paus". Program ini, kata Denny adalah kepanjangan dari program penebaran sejuta ikan di areal perairan umum dan sekitarnya. 

" Ini merupakan salah satu program dari peningkatan populasi ikan di perairan umum. Kan Ikan tersebut tiap hari ditangkap masyarakat, sementara tidak ada yang menanamnya, " terangnya. 

Selanjutnya, adalah untuk memenuhi kebutuhan protein dari ikan di masyarakat. Dan selain itu adalah untuk menambah pendapatan masyarakat yang biasa menangkap ikan di perairan umum. 

"Yang terakhir adalah dalam rangka melestarikan ekosistem di perairan umum, " imbuhnya. 

Jumlah satu juta ikan ini, kata Deni, relatif masih kurang kalau melihat dari jumlah perikanan umum yang ada di Kuningan. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Perairan umum itu kan ada tiga jenis, yakni waduk, sungai, situ/embung. Waduk kita punya dua, sungai ada sekira 325 kilometer panjangnya, kemudian situ/embung tersebar di seluruh wilayah Kuningan, " paparnya. 

Meski anggaran dari APBD dirasa sangat kurang, namun pihaknya bersyukur program ini sudah berjalan lancar. Hingga saat ini sudah sekira 800 ribuan ekor ikan disebar di semua perairan umum. 

"Masyarakat juga diharapkan  bisa membiarkan ikan-ikan yang ditebar ini agar berkembang biak dulu, dipelihara, baru nanti kalau sudah banyak bisa ditangkap dengan cara apapun, namun jangan sampai merusak populasi ikan dan ekosistem di sekitarnya, " ungkap Denny. 

Selain itu, upaya yang dilakukan Diskanak Kuningan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan, agar berbanding lurus dengan target swasembada ikan ini. 

"Jangan sampai ada peningkatan produksi ikan namun kesejahteraan pelaku usaha ikan tidak meningkat. Alhamdulillah, dari program yang kita gelar beberapa kali, sudah terlihat ada peningkatan pendapatan para pelaku usaha ikan, " paparnya lagi. 

Di lain pihak, program untuk mengejar swasembada ikan ini juga berpengaruh pada upaya pencegahan stunting di Kuningan. Karena protein pada ikan, kata Denny, sangat menunjang pada pemenuhan gizi keluarga, khususnya anak-anak. 

"Selepas PPKM ini kita akan  mulai lagi menargetkan 1000 anak untuk sosialisasi gemar makan ikan. Sehingga akan membantu juga pada pencegahan penyakit stunting, " pungkasnya. 


Untuk diketahui, selain  menebar ikan di perairan umum, Diskanak Kuningan juga mengupayakan pembinaan pada para pelaku usaha ikan dengan terus mengembangkan dan pengadaan indukan di Balai Benih Ikan. 

Selain itu, juga digencarkan juga peningkatan produksi di lima jenis lokasi usaha ikan, yakni di kolam air tenang, kolam air deras, minat padi, jaring apung dan keramba bambu yang tersebar di seluruh wilayah Kuningan. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.