Ads Top

Salah Satunya untuk Ikhtiar Jaga Keselamatan, Ini 12 Amalan 10 Muharam/Asyura yang Dianjurkan dalam Kitab I'anatut-Thalibin

Ilustrasi masjid siluet (Gambar:Ist)


KUNINGAN - Ummat Islam mengenal Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam perhitungan Tahun Hijriyah. Nabi Muhammad SAW mengajarkan ummatnya untuk memuliakan Bulan Muharram ini dengan memperbanyak amal ibadah.
Di antara amalan yang dianjurkan Rasulullah dalam Bulan Muharram adalah berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) dan 10 Muharram (Asyura).
Pengasuh Pondok Pesantren Al Madani, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Ustadz Zikri, kepada kuninganreligi.com menyebutkan bahwa dalam Hadits Riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan sebaik-baik sholat setelah sholat fardhu adalah sholat malam," (HR. Muslim).
Kemudian, dijelaskannya, dalam Kitab I'anatut-Thalibin, sedikitnya ada 12 amalan yang ditulis dalam kitab tersebut untuk diamalkan terutama di Hari Asyura (10 Muharram) atau untuk tahun ini jatuh pada Kamis (19 Agustus 2021).
Amalan tersebut diantaranya adalah Shalat Sunnah, berpuasa, silaturrahim, bersedekah, mandi, bercelak, mengunjungi orang alim, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memberi kelonggaran atas keluarga, memotong kuku dan membaca Surah Al Ikhlas sebanyak 1000 kali.
"Kemudian dianjurkan membaca do'a Asyura dengan lafadz seperti ini, " ujar Ustadz Zikri seraya memberikan lafadz do'a seperti di bawah ini:

Ditambahkannya, menurut keterangan alim ulama bahwa fadhilah dari membaca do'a tersebut, barangsiapa yang membacanya pada hari 'Asyura maka hatinya tidak akan  mati.
"Allah akan memudahkan baginya untuk mengerjakan amalan yang baik sepanjang umurnya, " ujar Ustadz Zikri menjelaskan apa yang diketahuinya.
Selain itu, ada amalan lain yang bersumber dari Kitab Mikhzan Al-Arbah halaman 11,
karya Al Habib Ali bin Thahir bin Ali Al 'Aidrus tentang Air Kembang Mawar Hari Asyura.
"Pada hari Asyura (10 bulan Muharram),
bacalah tujuh kali surat Al Fatihah pada wadah yang terisi air kembang mawar, sambil melihat air tersebut. Kemudian usapkanlah wajah anda dan orang-orang anda kehendaki, maka dalam setahun kedepan akan diberikan aman dan
keselamatan, Insya Allah, " ujarnya.
Adapun untuk berpuasa Asyura (10 Muharram) niatnya adalah

Nawaitu shouma hâdzal yaumi ‘an adâ'i
sunnati Asyura lillâhi ta âlâ
Artinya : “Aku berniat puasa sunnah Asyuro
hari ini karena Allah Ta'ala."

Dalam keterangan, bahwa untuk membedakan puasa Ummat Islam dengan Ummat Yahudi (yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja), maka seagaimana dalam hadits riwayat Imam Al-Baihaqi, Rasulullah bersabda: "Berpuasalah pada hari Tasu’a dan Asyura dan janganlah kalian semua menyerupai orang-orang yahudi.”
Bahkan dalam riwayat lain dari Imam Ahmad, Rasulullah menyebutkan untuk memilih antara 1 hari sebelumnya (Tasu'a) atau 1 hari setelahnya (Hari ke-11)
"Puasalah pada hari Asyura' dan berbedalah dengan orang Yahudi. Berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya".
Seperti yang diajarkan Imam Ahmad bahwa :
"Barangsiapa yang ingin puasa Asyura,
hendaknya ia berpuasa pada tanggal
9 dan 10 Muharram. Kecuali apabila ragu mengenai (hitungan) bulan, maka hendaknya berpuasa 3 hari (9, 10 dan 11 Muharram)."
Jika ingin menggabungkan 2 hari,
dahulukan Tasu'a (9 Muharram), karena itu lebih diutamakan daripada puasa di hari ke-11. (Nars, dari berbagai sumber). 

Diberdayakan oleh Blogger.