Ads Top

Tinjau Vaksinasi Massal untuk Santri di Kuningan, Jokowi Sebut Indonesia Masih Kekurangan Vaksin


KUNINGAN - Setelah melakukan peninjauan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat secara pintu ke pintu di Kampung Pangampaan, Kota Curebon dan vaksinasi pelajar di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (31/08/2021).

Di Kabupaten Kuningan, Presiden Jokowi juga memantau pelaksanaan vaksinasi secara pintu ke pintu di Kampung Tonjong, Kecamatan Cigandamekar.


Kemudian, Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Falaah, Desa Ciloa, Kecamatan Kramatmulya untuk menyaksikan vaksinasi massal bagi para santri.

Usai menyaksikan pelaksanaan vaksinasi, Jokowi mengadakan dialog secara virtual dengan perwakilan beberapa pondok pesantren se-Indonesia yang menggelar vaksinasi hari ini.

Dengan didampingi Bupati Kuningan, Acep Purnama dan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Jokowi mengajukan beberapa pertanyaan kepada perwakilan ponpes.

Saat berdialog, Presiden menanyakan jumlah santri yang divaksin dan kondisi santri saat divaksin.

Perwakilan dari Ponpes Husnul Khatimah, Mu'tamad lc, mengucapkan  terima kasih kepada presiden dengan diselenggarakannya vaksinasi untuk para santri yang difasilitasi pemerintah.

"Alhamdulillah ada sekitar 2000 santri yang melakukan vaksinasi, semua siap untuk divaksin," ujar Mu'tamad.

Sementara, Presiden Jokowi menjelaskan kondisi ketersediaan vaksin, bahwa jumlah vaksin secara nasional belum mencukupi.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Memang ini tahap demi tahap, Insya Allah ini nanti di akhir tahun, Bulan Desember, semuanya bisa divaksin termasuk dari ponpes juga," terang Jokowi.

Setelah itu, perwakilan dari Ponpes Al Masudiyah, Semarang, juga mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah dalam program Vaksinasi.

Namun santri dari perwakilan dari Ponpes tersebut yang juga berasal dari Kabupaten Kuningan, M Alfin Madaraji, berharap agar vaksinasi bagi para santri bisa segera dituntaskan agar mereka bisa kembali belajar tatap muka seperti sedia kala, karena syarat vaksinasi akan jadi aturan bagi dijalankannya PTM.

"Sekarang ini yang terjadi pandemi Covid, tidak hanya terjadi di negara kita. Tapi 221 negara di dunia ini semuanya terkena gelombang Covid-19 dan saling berebut mendapatkan vaksin, " jawab Presiden Jokowi.


Ia melanjutkan, sementara negara yang memproduksi vaksin hanya ada 6 negara. Tidak semua negara memproduksi vaksin.

"Alhamdulillah sampai hari ini kita sudah mendapat 160 juta dosis vaksin.Tetapi ini belum mencukupi, karena kebutuhannya sekira 428 juta," sebutnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.