Didemo Warga, Direktur Perumda Aneka Usaha Tak Ada di Kantor, Ini Tuntutan Gemasku

Gemasku bacakan tuntutan Evaluasi Perumda Aneka Usaha Kuningan

KUNINGAN - Puluhan warga Kabupaten Kuningan yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Masyarakat Kuningan Bersatu (Gemasku) mendatangi kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Kuningan, Senin (27/09/2021) di  Taman Cirendang. 

Aksi mereka yang dimulai pukul 10:00 WIB ini ternyata tidak bisa dihadapi oleh Direktur Perumda AU, Nana Sutisna, karena alasan sedang sakit di luar kota. 


Nabil, Koordinator Aksi, menyampaikan orasi di depan puluhan massa bahwa Gemasku menuntut Bupati Kuningan, sebagai kuasa pemilik modal Perumda AU, agar segera mengganti Direktur Perumda AU atau membuat kebijakan penting untuk menyelamatkan BUMD tersebut. 

Setidaknya ada 4 tuntutan yang disampaikan Gemasku dalam aksi tersebut. Diantaranya, pertama, mereka meminta Bupati bisa segera mengaudit kinerja Perumda AU yang dinilai tak menghasilkan apa-apa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuningan. 

"Kedua, Kami meminta agar ada pemangkasan atau perampingan karyawan di tubuh Perumda AU. Baik karyawan tetap maupun tenaga harian lepas, " ujar Nabil. 

Pemangkasan jumlah karyawan ini dibutuhkan karena pihaknya menilai jumlah karyawan PDAU melebihi kapasitas dan kemampuan untuk menggaji dari pendapatan bidang usaha yang dikelola PDAU. 

"Ketiga, kami juga minta agar pegawai Perumda AU ini direkrut dari warga sekitar Kabupaten Kuningan. Sebagai penyediaan lapangan pekerjaan bagi putra daerah, " ucap Nabil. 



Tuntutan Gemasku yang lainnya adalah mendorong DPRD Kuningan untuk segera melakukan Pansus untuk mengevaluasi kinerja dan keuangan Perumda Aneka Usaha. 

"Kalau kinerjanya buruk dan tak menghasilkan kami minta bubarkan saja PDAU ini dengan mencabut Perdanya, " tandasnya. 

Massa juga meminta Direktur Perumda AU untuk mundur dari jabatannya karena dengan kondisi kesehatan yang selalu jadi alasan, Nana Sutisna dinilai tidak akan maksimal memimpin Perumda AU. 

"Kami nilai Direktur Perumda AU ini juga tak mampu melaksanakan tugas dengan baik sehingga memunculkan ketidakpercayaan dari publik, " katanya. 

Gemasku juga menuding Direktur Perumda AU telah melakukan nepotisme dengan mengangkat jajaran karyawan dari anggota keluarga nya. 

"Ini nepotisme, melanggar PP nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD, " tegas Nabil. 


Akhirnya, karena tidak dihadiri Direktur Perumda AU, massa meminta jawaban dari Bupati Kuningan, Acep Purnama untuk tuntutan yang mereka sampaikan. 

Dalam jawabannya, melalui sambungan telepon yang dihubungkan ke pengeras suara, Bupati Acep memahami semua tuntutan warga. Pihaknya mengaku telah dan sedang melakukan upaya-upaya penyehatan BUMD milik Pemkab Kuningan ini. 

"Saya minta waktu 3 bulan, maksimal Desember nanti Saya lakukan penyehatan untuk Perumda AU, " ujar Acep dalam teleponnya. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.