Maksa Lakukan Aksi Seorang Diri di Gedung Dewan, Mahasiswa Digiring ke Mapolres

Seorang Mahasiswa Maksa Lakukan Aksi di Gedung DPRD Kuningan

KUNINGAN - Beredarnya surat pemberitahuan aksi di Gedung DPRD Kuningan dengan Kop atas nama "Mahasiswa" yang tersebar di media percakapan Whatsapp warga Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada Rabu (29/09/2021), ternyata dilaksanakan juga pada Kamis (30/09). 

Aksi Demonstran yang ditulis dalam surat tersebut ternyata hanya dihadiri oleh seorang mahasiswa, Alfi Aulia Hasbullah, yang mengaku berasal dari Universitas Islam Al Ihya Kuningan (Unisa). 


Karena dinilai pemberitahuan aksinya tidak sesuai prosedur akhirnya aparat kepolisian membawa Alfi ke ruangan Unit 3 Satintelkam Polres Kuningan untuk diperiksa. 

Sebelumnya, kedatangan Alfi di gedung DPRD Kuningan ini dihadang oleh aparat keamanan  untuk mencegahnya dirinya menggelar aksi. 

Petugas menggiring Alfi ke Ruangan Intelkam Polres Kuningan

Aparat Sat Intelkam Polres Kuningan sempat bersitegang dengan Alfi yang hanya seorang diri dengan membawa pengeras suara dan secarik kertas. 

"Saya mohon hanya membacakan puisi sebentar, Saya janji akan selesai saat rapat paripurna dimulai, " ujar Alfi memohon kepada petugas. 

Namun karena petugas menilai aksi Alfi ini tidak sesuai aturan, maka mereka tetap tidak mengijinkannya menggelar solo aksi ini. 



"Silakan Anda revisi dulu surat pemberitahuannya, biar jelas dan sesuai aturan. Boleh datang lagi ke sini nanti, " tandas seorang petugas. 

Karena Alfi keukeuh akan melaksanakan  aksinya karena alasan momentum 30 September yang tidak bisa diulangi, maka akhirnya aparat memaksanya untuk ikut ke Mapolres untuk diinterogasi. 


"Kami bukan menghalang-halangi aksi, tapi dari surat yang dilayangkannya tidak jelas, siapa yang melakukan aksi, korlapnya siapa, atribut yang dibawa apa dan materi yang akan disampaikannya apa, itu sudah tidak sesuai aturan, makanya kami amankan sementara untuk kita interogasi, " papar Kabag Ops Polres Kuningan, Kompol Tri Sumarsono, saat diminta tanggapan. 

Tri menjelaskan bahwa pihak DPRD pun telah menolak dan tidak menerima aksi hari ini karena pemberitahuan yang tidak jelas itu. 

"Hari ini kan ada paripurna juga, tadi DPRD pun telah menjawab tidak akan menerima aksi ini, " tandasnya. (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.