Ads Top

Miliki Hutang Ratusan Juta, Ini Urutan 10 Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Termiskin Versi LHKPN

 


KUNINGAN - Berbeda dengan para anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang memiliki harta kekayaan miliaran rupiah, dari rilisan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) tahun 2020 yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata ada beberapa anggota DPRD yang malah memiliki hutang banyak alias harta kekayaannya minus.

Minusnya jumlah harta kekayaan beberapa anggota DPRD Kabupaten Kuningan ini, sesuai LHKPN tersebut, terlihat karena jumlah hutang yang dimilikinya lebih besar dari total harta yang dilaporkan.
Berikut daftar nama anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang memiliki nilai harta kekayaan terendah sesuai LHKPN yang dirilis KPK melalui halaman web elhkpn.kpk.go.id.

1. Toto Suharto
Mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuningan, Toto Suharto, sesuai LHKPN yang dilaporkan pada Desember 2020 lalu ternyata memiliki total harta kekayaan yang minus.
Dalam rilis LHKPN yang dikeluarkan KPK RI, jumlah harta kekayaan mantan Wakil Ketua DPRD ini adalah Rp -246,9 juta. Jumlah tersebut merupakan jumlah harta kekayaan terkecil dari 50 anggota DPRD Kuningan sesuai LHKPN 2020.
2. Uba Subari
Masih di partai yang sama, ternyata Ketua DPD PAN Kuningan sekarang pun memiliki jumlah harta kekayaan yang minus sesuai LHKPN yang dirilis KPK. Uba Subari, yang melaporkan LHKPN pada Desember 2020, memiliki jumlah harta kekayaan Rp-243,2 juta.
Dengan jumlah tersebut, Uba menempati urutan kedua sebagai anggota DPRD Kuningan termiskin versi LHKPN tahun 2020.
3. Iyus Firdaus
Anggota DPRD Kuningan yang baru menjabat di periode 2019-2024 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iyus Firdaus, ternyata memiliki nilai kekayaan yang minus sesuai LHKPN yang dirilis KPK RI. Nilai kekayaan Iyus adalah sebesar Rp-234,2 juta.
Iyus menempati urutan ketiga sebagai Aleg termiskin di Kabupaten Kuningan versi LHKPN tahun 2020 ini.
4. Yaya
Masih dari Fraksi PKS DPRD Kuningan, Yaya, ternyata memiliki nilai harta kekayaan yang minus versi LHKPN Tahun 2020. Yaya berada di urutan keempat Anggota DPRD Kuningan termiskin dengan memiliki nilai harta kekayaan Rp-210,6 juta.
5. Nurcholis Maulidinsyah
Anggota Fraksi Gerindra Bintang yang termasuk aleg milenial, Nurcholis Maulidinsyah tercatat sebagai aleg termiskin versi LHKPN tahun 2020 yang dirilis KPK-RI.
Dari laporan harta kekayaan yang dibuatnya pada Desember 2020 lalu, Oi, panggilannya, mencatatkan nilai harta kekayaan sebesar Rp-87,1 juta.
6. Etik Widiati
Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKS, kembali menempati di jajaran Aleg termiskin versi LHKPN tahun 2020. Etik Widiati, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS ini ternyata memiliki nilai kekayaan minus (Rp-72,9 juta).
7. Toto Tohari
Politisi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan 1 Kuningan, Toto Tohari, juga berada di urutan aleg termiskin versi LHKPN 2020.
Dengan nilai kekayaan Rp-9,5 juta, Toto berada di urutan ketujuh sebagai Aleg termiskin versi LHKPN ini.
8. Hariri
Meski tidak memiliki hutang sesuai laporan LHKPN yang dibuatnya pada Desember 2020 lalu, Hariri, berada di urutan kedelapan jajaran Aleg termiskin di Kabupaten Kuningan.
Sesuai rilis LHKPN KPK, Hariri hanya memiliki total harta kekayaan sebesar Rp171,9 juta.
9. Ali Akbar
Memiliki total harta kekayaan sebesar Rp187,6 juta, Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ali AKbar, berada di urutan kesembilan dalam daftar Anggota DPRD Kuningan termiskin versi LHKPN Tahun 2020.
Aleg dari Dapil 4 Kuningan ini menggeluti usaha peternakan yang ikut memberdayakan peternak di dapilnya.
10. Mohamad Apip Firmansyah

Hanya selisih puluhan ribu rupiah dengan Ali Akbar, Mohamad Apip Firmansyah, menempati urutan kesepuluh dalam daftar Anggota DPRD Kuningan termiskin versi LHKPN KPK tahun 2020.
Apip, yang juga gemar beraktifitas di dunia pertanian ini, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 187,615 juta versi LHKPN.

Demikian 10 daftar Anggota DPRD Kuningan termiskin versi LHKPN Tahun 2020 yang dilaporkan pada Desember 2020 lalu.
Simak berita terkait daftar kekayaan pejabat di Kuningan lainnya, di berita kuninganreligi selanjutnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.