Mulai Ditertibkan, Tahun 2023 Jumlah KJA Waduk Darma Hanya Berjumlah 2500 Unit

Penataan Keramba Jaring Apung di perairan Waduk Darma sudah dimulai (foto:Bima) 

KUNINGAN - Satgas Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Darma Kabupaten Kuningan menargetkan jumlah KJA di perairan Waduk Darma pada Tahun 2023 akan berkisar pada 2500 unit saja. Hal ini setelah dilakukannya penataan / rasionalisasi KJA yang dilakukan berbarengan dengan revitalisasi pembangunan kawasan wisata perairan di Kecamatan Darma Kabupaten Kunngan tersebut.


Ketua Satgas Penataan KJA Waduk Darma Kabupaten Kuningan, Deni Hamdani, mengatakan bahwa penataan KJA ini dilakukan karena berlatarbelakang dari kualitas air di Waduk Darma yang sudah banyak tercemar/ menurun akibat jenuhnya sisa pakan ikan akibat over populasi KJA.

"Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi itu adalah bagaimana menjaga keseimbangan jumlah KJA  di perairan Waduk Darma ini," terang pria yang juga menjabat sebagai PLT Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan ini, Sabtu (11/09/2021).

Perairan Waduk Darma, imbuhnya adalah salah satu sumber air baku yang sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Kuningan. Maka jika kualitas airnya jelek, perlu ada upaya untuk mengatasinya dengan cara menghilangkan penyebabnya.

"Apalagi Waduk Darma ini dicanangkan menjadi obyek wisata berkelas Internasional, maka kualitas airnya juga harus bagus," imbuh Deni.

Penataan KJA ini, katanya, memiliki payung hukum, yakni dengan terbitnya Peraturan Bupati nomor 81 Tahun 2020 tentang Penataan KJA.

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

Terpisah, senada dengan Deni Hamdani, Kabid Perikanan, Diskanak Kuningan, Denny Rianto, mengaku penataan KJA ini dilakukan dengan tetap memperhatikan solusi agar pelaku usaha KJA yang terdampak ini tidak merasa dirugikan.

"Kami tidak bisa serta merta menghentikan mata pencaharian pengusaha KJA ini begittu saja, namun ini akan dilakukan secara bertahap dan dengan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan," jelas Denny saat ditemui di ruang kerjanya.

Upaya penataan KJA ini sengaja dikonsep pihaknya dalam sebuah program KJA Smart dan Smile. KJA Smart  berarti, penataan KJA yang Seimbang, Menguntungkan, Aman, Ramah lingkungan dan Teratur.

"Sedangkan KJA Smile, berarti Sehat, Mempesona, Indah, Lestari dan Eksklusif. Program ini menargetkan KJA Waduk Darma yang seimbang sesuai dengan daya tampung badan luas air waduk," paparnya.

Melalui program penataan KJA Smart dan Smile ini, nantinya akan menciptakan sesuatu yang menguntungkan di sisi perekonomian, aman dari pencurian dan jalur wisata, menggunakan pakan ikan yang ramah lingkungan dan lebih teratur/tidak berserakan.

"Nanti juga ditargetkan terciptanya usaha KJA yang berdampak sehat  bagi masyarakat, baik dari ikan yang diproduksi, dan juga mewujudkan sumber air baku yang sehat bagi masyarakat," terangnya.

Kemudian, bisa juga mewujudkan lingkungan yang mempesona dan indah karena di sekitar KJA ini merupakan obyek wisata berkelas internasional.

"Terakhir adalah mewujudkan ekosistem perairan yang lestari, dan kawasan KJA yang eksklusif," sebutnya.


Dari jumlah KJA yang saat ini berkisar 6000 unit, pihaknya menargetkan penataan menjadi sejumlah 2500 unit di tahun 2023.

"Penataan ini akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2023. Mudah-mudahan cita-cita ini bisa terwujud, sekaligus dengan program swasembada ikan yang kita gelorakan," tutup Denny. (Nars)

No comments

Powered by Blogger.