Tak Lagi Diam di Lorong, Pihak RSWK: Sudah Ditangani dengan Baik

Paska ditangani, Ibu Bayi yang fotonya viral di lorong RS, bisa masuk ruangan lagi (foto: ist) 

KUNINGAN - Menguatnya foto pasien yang diam di sebuah lorong rumah sakit langsung ditanggapi serius oleh pihak rumah sakit. Hanya kurang dari dua jam, Ibu Bayi yang bernama Fia Oktelia Dewi, warga Desa Ciwaru yang berdomisili di Desa Tanjungkerta ini pun diperbolehkan pihak rumah sakit untuk masuk ke ruangan kembali. 

"Jadi begini Kang, status yang ada di foto itu bukan lagi sebagai pasien, karena sudah dinyatakan boleh pulang dan selesai administrasi perawatannya di ruang rawat kebidanan. Tapi bayinya masih membutuhkan perawatan di ruang rawat anak, jadi ibunya terpaksa harus masih menunggu bayinya, " jelas pegawai RSWK, Rosyid, kepada kuninganreligi.com Kamis (09/09) malam. 


Status ibu bayi ini, imbuhnya, jadi sebagai penunggu pasien. Dan, katanya, untuk penunggu pasien memang tidak disediakan bed khusus untuk menunggu, tetapi ada ruangan untuk mereka menunggu. 

Setelah melihat kondisi di ruangan tempat ibu bayi ini menunggu, Rosyid menambahkan, ternyata bukan lorong, tapi ruangan tertutup, ada pintunya. 

"Jadi bukan lorong, tapi kita sudah mempersilakan ibu bayi dan keluarganya untuk masuk ke ruangan yang ada tempat tidurnya. Kita berikan pelayanan bukan sebagai pasien tapi semacam ruang transit lah, yang penting ditangani dengan baik, " katanya. 

Pihaknya telah meminta agar ibu bayi kembali ke ruang rawatnya, tapi statusnya bukan pasien yang sedang dirawat. 

PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI

Kampus Fahutan Uniku

"Saya sudah titipkan untuk ditangani dengan sebaik-baiknya, " tandas Rosyid. 

Sebelumnya, sebuah foto tersebar di media sosial Facebook pada Kamis (09/09/2021) malam, memperlihatkan kejadian mengenaskkan. Akun medsos FB atas nama Toto Bahtiar mengunggah foto tersebut, yang memperlihatkan seorang ibu muda tengah duduk di atas tikar. 

Toto menambahkan kata-kata dalam foto unggahannya ini dengan mempertanyakan pelayanan rumah sakit terhadap pasiennya. 

"Apakah pelayanan rumah sakit seperti ini sama pasien BPJS orang yg abis melahirkan di gletakin di lorong sperti ini dg alasan ruangannya buat cadangan yg mau masuk, " tulis Toto yang merupakan warga Kuningan Timur ini. 

Dalam foto lainnya, terlihat seperti tangkapan layar dari percakapan Whatsapp yang menulis kata-kata dengan Bahasa Sunda (Bahasa Daerah Jawa Barat). 

"Warga uing pake BPJS, tas lahiran di temptkeun di lorong, kurangajar, jaba teu dibere tempt tidur (warga saya menggunakan BPJS, habis melahirkan ditempatkan di lorong (RS), kurang ajar, dan tidak diberi tempat tidur), " demikian tertulis dalam foto screenshot tersebut. 


Saat dihubungi Kuningan Religi, keluarga pasien, Nana, warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, membenarkan kondisi pasien memang seperti dalam foto yang diunggah di FB tersebut. 

"Iya Kang, kalau tidak percaya silakan datang saja ke sini. Saya mah ngenes, tapi diaturnya begini sama rumah sakit ya kami belum bisa berkomentar banyak, " sebut Nana yang juga Kakek dari pasien tersebut. 

 (Nars) 

No comments

Powered by Blogger.