Ads Top

Besok Festival Waduk Darma Digelar, Netizen Pertanyakan Prokes dan Kata Virtual pada Brosur Tersebar

Daya Tarik Wisata Waduk Darma Kuningan

KUNINGAN - Agenda Festival Waduk Darma sebagai bentuk promosi pariwisata di Kabupaten Kuningan akan digelar Ahad (17/10/2021) besok. Dalam agenda tersebut akan digelar berbagai atraksi dan perlombaan yang membuka pendaftaran peserta dari masyarakat umum. 

Dari flyer (selebaran) promosi agenda Festival Waduk Darma yang tersebar di media sosial, Sabtu (16/10) sore, tertulis bahwa agenda tersebut dikemas secara virtual. 


"Festival Waduk Darma Dalam Kemasan Virtual 2021. Minggu, 17 Oktober 2021, " tulis flyer yang menyertakan logo Disporapar Kuningan ini. 

Dalam agenda Festival tersebut dikatakan juga ada beberapa kegiatan diantaranya Lomba Lari Wisata, Sepeda Wisata, Lomba Layang-layang Hias, Lomba Rakit Tradisional, Lomba Atraksi Desa Wisata dan Lomba Burung Merpati. 

Melihat tulisan "virtual" dalam brosur tersebut, sontak mendapat banyak tanggapan netizen. 

Salah seorang netizen dengan akun Baris Paninggar Institut mempertanyakan tulisan "Virtual" tersebut dan menanyakan link media sosial atau website yang bisa diakses jika digelar virtual. 

Brosur Festival Waduk Darma yang menuliskan kata "virtual"

"Prokes nih....Semua dikemas virtual, Barangkali ada yg tau link nya minta donk... Mau nobar di rumah nihhhh, Sepertinya akan meriah....Wilujeng Liburan Virtual, " tulisnya seraya mengunggah gambar brosur dimaksud. 

Untuk mendapatkan kejelasan, Kuningan religi.com menanyakan langsung terkait brosur yang tersebar itu kepada pihak penyelenggara FWD, yakni Disporapar Kabupaten Kuningan. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kuningan, Toto Toharudin, membenarkan bahwa pihaknya yang menjadi penyelenggara Festival Waduk Darma tersebut. 

"Betul, penyelenggaranya Disporapar, " ujarnya. 

Namun ketika ditanyakan perihal tulisan virtual pada brosur promosi FWD, Toto mempersilakan Kabid Pemasaran, Teti Sukmawati, untuk menjelaskannya secara teknis. 

Kabid Pemasaran Disporapar Kuningan, Teti Sukmawati mengatakan bahwa pengertian "virtual" di sana adalah bahwa agenda Festival Waduk Darma tersebut akan disiarkan untuk bisa ditonton secara virtual oleh warga yang tidak bisa hadir di lokasi. 

"Itu ada virtual juga, namun tidak (disiarkan) secara live, tapi akan ditayangkan melalui channel youtube kami nanti, " jelasnya. 

Diungkapkan Teti, untuk atraksi seni, desa wisata dan lomba-lomba akan tetap dilaksanakan di lokasi yang berbeda-beda di sekitar OW Waduk Darma. 

"Kita (tetap) batasi untuk warga yang akan menonton atraksi di lokasi wisatanya. Kita tidak untuk penonton umum, tetap ada pembatasan prokesnya secara ketat, " terangnya. 

Untuk yang ada di lokasi FWD, imbuhnya, hanya para peserta dan undangan saja. Sementara untuk yang ingin melihat FWD seperti apa, nanti pihaknya akan menyiarkan secara visual melalui media youtube, namun tidak secara live streaming. 

Ditanya perihal jumlah peserta yang ikut tiap atraksi dan lomba, Teti merinci, bahwa untuk atraksi seni ada 14 desa yang digelar di dalam OW Waduk Darma. 

"Kemudian, 50 peserta lomba Layang-layang, mereka dari Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran dan Bogor. Lokasinya di jembatan BBWS, " katanya. 

Lalu, untuk lomba rakit tradisional akan diselenggarakan di sekitar Desa Jagara, yang diikuti 27 tim. Di tempat lain, Desa Sakerta Timur, akan dilaksanakan lomba burung merpati dengan jumlah peserta sekira 200 orang. 

"Untuk sepeda wisata pesertanya 200 orang juga dan lari wisata 100 orang yang juga dilaksanakan di OW Waduk Darma, " paparnya. 


Sementara, dari Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan FWD besok, sudah melalui proses ijin, mulai dari Satgas COVID-19 Desa, Kecamatan hingga Kabupaten. 

"Iya ada pengawasan juga nanti. Bahkan ini sudah melalui beberapa asistensi dan rapat terlebih dahulu untuk persiapan Festival ini, " sebut IB, sapaannya. 

Indra juga menerangkan bahwa dalam penyelenggaraan acara FWD tersebut ada pembatasan kuota peserta dari rencana awal. 

"Sudah dibatasi baik untuk peserta lomba lari maupun sepeda, " katanya. (Nars) 


Diberdayakan oleh Blogger.