Ads Top

Januari - Oktober 2021, BPBD Kuningan Catat 156 Kejadian Kebencanaan, Ini Rinciannya

Kejadian Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Kuningan Bulan Nopember 2021

KUNINGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat sebanyak 156 kejadian kebencanaan di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan sejak Januari hingga Oktober 2021.
Catatan kejadian bencana ini terekam dalam sajian infografis kebencanaan yang dirilis BPBD Kuningan pada Senin (8/11/2021). 


Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, dalam keterangannya menyebutkan jumlah kejadian kebencanaan di tahun 2021 ini menurun jika dibandingkan dengan kejadian kebencanaan yang ada di tahun 2020.
"Tahun lalu tercatat ada 260 kejadian dan tahun 2021 ini, hingga Oktober hanya ada 156 kejadian. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seterusnya, " kata IB, sapaannya kepada kuninganreligi.com.

Dari 156 kejadian kebencanaan di tahun 2021 ini, tercatat ada 22 desa dari 14 kecamatan yang terdampak. Adapun jumlah penduduk yang terdampak bencana tahun 2021 ini dari data tersebut, ada sebanyak 100 jiwa dari 28 kepala keluarga.
"Untuk korban jiwa, akibat kejadian kebencanaan di tahun 2021 ini ada 1 orang, yakni pada kejadian orang hanyut di Bulan Maret lalu, " imbuhnya.
Terkait sarana fisik yang terdampak bencana, IB menambahkan, di tahun 2021 ini , untuk rumah penduduk, ada 1 unit (rusak berat), 6 unit (rusak sedang), 11 unit (rusak ringan) dan 5 unit rumah terancam.


"Fasilitas yang lainnya tercatat ada 15 hektar sawah, 1 unit sarana ibadah dan 7 titik tembok penahan tebing terdampak bencana, " papar IB.
Untuk kejadian kebencanaan di Bulan Oktober 2021, pihaknya mencatat ada 23 kejadian, dengan rincian 11 kejadian tanah longsor, 7 kejadian angin kencang, 1 kebakaran rumah, 2 rumah ambruk, 1 sambaran petir dan 1 orang tenggelam.
Menjelang datangnya musim penghujan di ujung tahun 2021 ini, BPBD Kuningan menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Apalagi kebencanaan hidrometeorologi yang diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti bencana tanah longsor dan tanah bergerak, perlu juga diwaspadai.

Masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kebersihan sungai, dengan tidak membuang sampah di sungai serta adanya upaya bersih-bersih sampah di sepanjang aliran sungai, sebelum hal yang tidak diinginkan  terjadi.
"Kalau ada saluran air mampet, segera bersihkan. Sampahnya jangan dibuang di saluran air. Agar tidak meluap airnya saat musim hujan datang, " tukasnya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.