Ads Top

Masyarakat Belum Bisa Masuk Kawasan Bendungan Kuningan, Ini Alasannya

Warga yang berkunjung ke kawasan Bendungan Kuningan hanya bisa melihat dari kejauhan. 

KUNINGAN - Keberadaan Bendungan Kuningan di ujung timur Kabupaten Kuningan, selain bertujuan untuk pengairan lahan pertanian dan ketersediaan air baku, juga untuk meningkatkan geliat sektor pariwisata. 

Sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi, Bendungan Kuningan menjadi buah bibir masyarakat, khususnya di dua Kabupaten, Kuningan dan Brebes. Pasalnya pembangunan bendungan ini dikabarkan bisa mengairi sekira 3000 hektar lahan pertanian di 2 Kabupaten tersebut. 


Saking penasarannya masyarakat akan keberadaan bendungan ini, setiap hari selalu saja ada warga yang ingin melihat suasana sekitar Bendungan. Mereka berharap bisa berekreasi bersama keluarga dan kerabat terdekat di lokasi bendungan. 

Namun, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS-Cimancis) hingga hari ini, belum bisa mempersilakan masyarakat untuk masuk wilayah bendungan tersebut. 

Petugas BBWS setempat, Doni, menyebutkan, saat ini masyarakat belum bisa diperbolehkan masuk wilayah bendungan, karena masih dalam tahap uji coba peralatan. 

"Kita masih melakukan pengujian dan perekaman, seperti debit air, curah hujan, dan lainnya. Dan ini menggunakan peralatan yang mahal dan ditanam di sekitar bendungan, " katanya. 

Sehingga, jika masyarakat diperbolehkan masuk, pihaknya khawatir akan mengakibatkan kerusakan dan ada hal-hal yang menyangkut keselamatan masyarakat yang tidak diinginkan. 

"Karena bendungan ini dalamnya 30 meter, kita khawatir ada yang masuk kawasan bendungan dan ke daerah perairan. Belum lagi ada alat juga yang menghasilkan listrik, " terangnya. 

Di lain pihak, kondisi sekitar bendungan ini nampak belum ditata untuk kenyamanan masyarakat selayaknya sebuah obyek wisata. 

Sehingga, untuk sementara waktu, pihaknya berharap masyarakat bisa bersabar untuk bisa melihat lokasi dan menikmati indahnya bendungan ini dari dekat. 

"Semoga secepatnya ada keputusan dari BBWS dan Pemkab setempat terkait langkah kelanjutan bendungan ini, baik untuk sektor pariwisatanya maupun  untuk perekonomian masyarakat, " ungkap Doni. 

Terpisah, Administratur Perum Perhutani KPH Kuningan, Ma'mun Mulyadi, menyebutkan sebagian kawasan bendungan sebelumnya memang masuk ke kawasan Perhutani. 

Untuk penataan konsep pariwisata di sana, pihaknya mengaku telah mempersiapkan investor dari kalangan masyarakat agar sekitar bendungan segera tertata rapi. 


"Proses investasi kepariwisataan ini sudah berjalan untuk pengembangan lokasi wisata. Namun di jalur itu yang masuk kawasan Perhutani, kita tidak kerjasamakan dengan pihak manapun, makanya kita bikin plang larangan untuk mendirikan bangunan di situ, " paparnya. 

Ke depan pihaknya mengatakan, akan tetap mendukung program pemerintah daerah selama itu untuk kemaslahatan ummat dan kebaikan  masyarakat. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.