Ads Top

Tebing Longsor Tutupi Badan Jalan, Jalur Ciniru - Cipedes Ditutup Sementara

Alat berat diturunkan untuk pembersihan material longsor di Jalur Ciniru - Cipedes

KUNINGAN - Warga pengguna jalan tidak bisa melintas di Jalur Desa Ciniru menuju Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru. Hal ini diakibatkan adanya longsoran material tanah di lahan milik Perhutani yang berada di Blok Tonjong, Desa Cipedes, sejak Selasa (16/11/2021).

Material longsoran tebing setinggi 15 meter dan lebar 10 meter tersebut menimbun badan jalan. Akibatnya jalur Ciniru-Cipedes untuk sementara waktu ditutup hingga proses pembersihan longsoran selesai dilakukan.

Kepala Desa Cipedes, A Nana Rusdiana, saat dihubungi kuninganreligi.com mengatakan, proses pembersihan material longsoran sudah dilakukan sejak Rabu (17/11) kemarin dengan bantuan alat berat.

"Hari ini masih dilakukan pembersihan, mungkin sampai besok. Sehingga mohon maaf jalur Ciniru - Cipedes belum bisa dilewati kendaraan, " tuturnya melalui sambungan seluler, Kamis (18/11). 

Nana menyebutkan, kejadian longsor terjadi pada Selasa (16/11) sore saat terjadi hujan  dengan intensitas tinggi.
"Kejadiannya Selasa lalu, besoknya kita bersama masyarakat mencoba membersihkan material longsoran agar jalur ini bisa dilewati kembali, " ujarnya.
Sejak Rabu (17/11) kemarin, alat berat ekskavator nampak diturunkan oleh BPBD Kabupaten Kuningan untuk mempercepat evakuasi material longsoran.

Baca juga:

Di ruas jalan  Ciniru menuju Desa Cipedes ini, Nana menambahkan, ada sekira 6 titik lokasi yang rawan kejadian bencana longsor.
Ia meminta warga tetap waspada saat melintas di jalur tersebut, apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan.

"Semoga tidak ada lagi kejadian kebencanaan ini. Kepada masyarakat tetap  waspada karena musim penghujan sudah tiba, " ujarnya.


Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu menyebutkan pada Bulan November ini sudah terjadi 17 kejadian kebencanaan.

Saat melaksanakan apel gabungan kesiapsiagaan kebencanaan beberapa waktu lalu, Indra menyebutkan berdasarkan  prediksi BMKG, hingga April 2022 harus diwaspadai adanya fenomena La Nina yang mengakibatkan  meningkatnya curah hujan sebesar 70 %.

"Prediksi BMKG kejadian kebencanaan hidrometeorologi basah ini akan terjadi akibat dampak La Nina. Siaga La Nina sudah ditetapkan hingga April 2022," kata IB, sapaannya. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.