Ads Top

Pocong Bermuka Ketua DPRD Kuningan Dibakar Mahasiswa, Ini Tanggapan Nuzul Rachdy

Massa aksi PC IMM Kuningan membakar replika pocong bergambar muka Ketua DPRD Kuningan

KUNINGAN - Puluhan mahasiswa dari PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kuningan, menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuningan, Kamis (16/12/2021) pagi. 


Dalam aksinya mereka melakukan teatrikal dengan membakar replika pocong bermuka Ketua DPRD dan poster bergambar foto Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy yang dikelilingi gambar uang nominal seratusan ribu. 

Dibakarnya foto Nuzul ini ditanggapi dingin oleh yang bersangkutan. 

Ditemui usai menemui puluhan mahasiswa di ruang sidang Gedung DPRD Kuningan, Zul, sapaannya, menganggap aksi bakar foto dirinya sebagai hal yang wajar, dan Ia memakluminya. 

"Saya kan bukan tipe anggota dewan yang baperan lah. Itu kan kebebasan mereka dalam mengekspresikan perasaan terhadap situasi yang mereka nilai terjadi di gedung ini, " kata Zul. 

Ditambahkannya, di alam Demokrasi ini masyarakat bebas mengungkapkan pendapatnya dengan ekspresi apapun selama aksi mereka tidak anarkis dan merusak tatanan yang sudah ada. 

"Sejauh ini aksi tadi saya nilai masih dalam batas-batas kewajaran, " ujarnya. 

Ditanya perihal massa aksi yang tidak dipersilakan masuk ke dalam  gedung saat berunjuk rasa, Zul menjawab bahwa sesuai permintaan para mahasiswa, mereka ingin berorasi di luar gedung dulu. 

"Itu kan keinginan mereka. Mereka ingin berorasi dan teatrikal dulu di luar. Kita tidak pernah menggembok pagar gedung ini. Kita terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya, " terang Zul. 


Sebelumnya diberitakan, puluhan mahasiswa PC IMM Kuningan menggelar aksi teatrikal di Gedung DPRD Kuningan yang dilanjutkan dengan audiensi. Mereka menyoroti kenaikan tunjangan anggota DPRD Kuningan di saat Kabupaten Kuningan dalam kondisi miskin ekstrem. 

Massa sempat ricuh dengan aparat keamanan sebelum akhirnya dipersilakan masuk dan diterima pimpinan DPRD di ruang sidang utama. 

PC IMM menilai kenaikan tunjangan anggota DPRD akan menumpulkan fungsi pengawasan legislatif pada eksekutif. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.