Ads Top

Sempat Dikenal Hingga Jatuh Harga, Minyak Nilam Desa Trijaya Akan Dibangkitkan Kembali

Reses Hj Tina Wiryawati, Aleg DPRD Jabar 

KUNINGAN - Pada tahun 1980-an, produk minyak atsiri nilam asal Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan sempat dikenal di Kabupaten Kuningan. Bahkan saat itu banyak petani nilam asal Desa Trijaya mendadak jadi orang berada, karena harga daun nilam yang melambung tinggi. 


Namun usaha para petani nilam itu akhirnya mengalami masa redup di tahun 1990an.Hal ini karena harga nilam yang terjun bebas hingga Rp 200/ kilogramnya. Bahkan hingga saat ini kegiatan penyulingan minyak nilam di desa tersebut berhenti total. 

Melihat kondisi tersebut, salah seorang anggota DPRD Jawa Barat, Hj Tina Wiryawati, sangat menyayangkan. Hingga pada kegiatan Reses Anggota DPRD Jabar Caturwulan ke-1 Tahun 2021/2022, Aleg dari Fraksi Gerindra Persatuan, DPRD Jabar ini sengaja memilih Desa Trijaya sebagai lokasinya. 

Reses dilaksanakan, Selasa (07/12) . Selain di Desa Trijaya, Hj Tina juga mengunjungi Desa Sindangbarang, Kecamatan Jalaksana untuk kegiatan sama. 

Dalam kegiatan reses yang juga dihadiri Kepala Desa Trijaya, Wihanto, dan sejumlah petani nilam, Hj Tina mengatakan bahwa saat ini permintaan ekspor minyak nilam tetap besar. 

"Adapun permainan bisnis lah yang membuat harga nilam jatuh hingga ratusan rupiah saja per kilogramnya, " ujarnya di depan para petani. 

Dirinya mengajak, para petani nilam di Desa Trijaya khususnya, agar kembali bangkit dan semangat menekuni usaha yang dahulu sempat jadi ikon di Desa tersebut. 

"Dulu warga sini kan, istilahnya, kalau ingin uang sejuta dalam sehari gampang. Tinggal jual nilam saja. Kenapa hari ini enggak bisa? Ayo kita hidupkan lagi usaha penyulingan nilam ini, " ajaknya. 

Sebagai wakil rakyat, Hj Tina merasa berkewajiban mencari solusi agar masyarakat bisa bangkit kembali perekonomiannya paska Pandemi COVID-19. 

"Meski ini bukan program pemerintah, Insya Allah kita akan bantu support para petani nilam ini agar bisa bangkit kembali. Harus ada pelatihan dulu agar SDM tentang usaha budidaya dan penyulingan nilam ini bisa benar-benar dikuasai, " papar Tina. 

Solusi yang ditawarkannya agar usaha minyak nilam warga bisa berkesinambungan adalah dengan membentuk koperasi. 

"Sehingga dengan koperasi ini usaha akan dijalankan dari, oleh dan untuk anggotanya. Tak ada permainan harga lagi nantinya, " kata Tina. 

Terpisah, Kades Trijaya, Wihanto, mengaku menyambut baik upaya dari Anggota DPRD Jabar, Tina Wiryawati yang berkeinginan membangkitkan kembali usaha minyak nilam di desanya. 

"Terima kasih sebelumnya kepada Ibu Tina yang sudah peduli pada masyarakat kami. Insya Allah ke depan kita akan programkan lagi masyarakat agar bisa produksi minyak nilam ini, " kata Wihanto. 

Dalam kesempatan reses tersebut, Hj Tina juga berkesempatan menanam bibit tanaman Nilam bersama Kades Trijaya dan para petani.


Untuk diketahui, Nilam adalah suatu semak tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama. Tanaman ini umum dimanfaatkan bagian daunnya untuk diekstraksi minyaknya, dan diolah menjadi parfum, bahan dupa, minyak atsiri, antiserangga, dan digunakan pada industri kosmetik. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.