Ads Top

Wagub Jabar: Menjaga dan Merawat Mata Air Adalah Ibadah

Kabid P-DAS Dishut Jabar, hadir bersama Wabup Kuningan pada agenda penanaman pohon di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Ahad (19/12) 

KUNINGAN - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa menjaga dan merawat mata air dengan langkah menanam pohon adalah salah satu bentuk ibadah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Hal itu dikatakan Wagub Uu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Adji Sumarwan, dalam agenda penanaman 1500 pohon yang digelar masyarakat peduli lingkungan dan hutan Kabupaten Kuningan, Ahad (19/12).

"Menanam pohon itu adalah salah satu wujud ibadah dan berpahala. Nabi SAW bersabda, Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat. Hadits Riwayat Muslim, " papar Wagub Uu.

Ia mengatakan, berdasarkan data Kementerian LHK, tahun 2018, di Jawa Barat terdapat lahan kritis seluas 911.192 Ha meliputi lahan kritis di dalam kawasan hutan serta di luar kawasan hutan yang harus dipulihkan melalui upaya rehabilitasi hutan dan lahan.

"Rehabilitasi hutan dan lahan adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan tetap terjaga, " katanya.
Masih Uu, Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) yang saat ini digelorakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.
" Pemulihan DAS menjadi tanggung jawab semua pihak, oleh karena itu, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat berkolaborasi secara penta helix bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha, Perguruan Tinggi, Media, Swasta, Organisasi Masyarakat serta masyarakat melaksanakan pemulihan DAS melalui penanganan lahan kritis baik secara vegetatif maupun pembuatan bangunan konservasi tanah dan air, " paparnya.
Pihaknya menyambut baik kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah memberikan dukungan pada kegiatan kolaborasi komponen masyarakat dalam penanganan lahan kritis melalui penanaman pohon pada daerah resapan air.
"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan minat menanam bagi seluruh elemen masyarakat sehingga lebih
banyak lahan kritis yang terehabilitasi serta terwujud “Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo”, " tandas Uu.

Kepala Bidang P-DAS, Dishut Jabar, Adji Sumarwan hadir bersama Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda, serta 20 lebih komponen masyarakat di Bukit Mende, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan dalam kegiatan "Babarengan Ngarumat Seke Cai, " yang digagas DPD Gema Jabar Hejo Kuningan, CDK wilayah VIII Jawa Barat, Dinas LH Kuningan, Perhutani KPH Kuningan, LDII Kuningan, Senkom Mitra Polri, Bank Kuningan dan PAM Tirta Kamuning.
Ratusan warga dari berbagai elemen, nampak semangat untuk menanam bibit pohon yang berjumlah 1500 batang ini di bukit yang diharapkan bisa menjaga mata air Cihirup di sekitarnya. (Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.