Ads Top

Kandang Habituasi Slamet Ramadhan dan Rasi, Duo Macan yang akan jadi "pengantin" di Gunung Ciremai ( foto: IG @gunungciremai) 

KUNINGAN - Jelang kedatangan Rasi, Macan Tutul Jawa betina (Panthera pardus melas), yang akan menjadi "pasangan hidup"  Slamet Ramadhan - Macan Tutul yang lebih dulu ada di hutan Gunung Ciremai-, pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) ternyata sudah mempersiapkan sebuah tempat sebagai "pelaminan" tempat keduanya berinteraksi dan berkembang biak.


Tempat tersebut dibuat dari bahan besi dan pembatas dengan luas 75 meter persegi.

Kepala BTNGC, Teguh Setiawan, saat dikonfirmasi Rabu (19/1) membenarkan bahwa tempat berlangsungnya interaksi dua satwa top predator di Gunung Ciremai ini sudah dipersiapkan.

"Kita telah membuat tempat berbahan besi, luas tempat ukuran sebagai fasilitas itu memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar sekitar 7,5 meter," terangnya.

Persiapan lainnya, pihaknya juga sudah mengantisipasi makanan agar kedua satwa liar ini betah dan bisa kawin secara alami di sana.

"Kita harapkan keduanya bisa kawin secara alami. Untuk makanan kita sudah persiapkan dari hewan yang biasa jadi santapannya, misalnya burung puyuh dan unggas kecil lain, " ujarnya.

Baca juga:


Bahkan, jika dibutuhkan pihaknya juga sudah mengantisipasi makanan kedua macan tutul ini yang lebih banyak. Penyediaan bahan makanan satwa ini, ditujukan agar proses perkawinan pasangan baru macan tutul ini bisa terjadi.

Untuk menjaga agar kandang habituasi macan tutul ini benar-benar siap dan tidak terganggu pihak luar kawasan, petugas BTNGC secara rutin melakukan patroli setiap hari.

Patroli yang dipimpin langsung oleh Apo, Kepala Resor Linhut SPTN Wilayah 1 Kuningan bersama dengan anggota, Koko dan Asep Iman mengawali dari batas kawasan hingga beberapa kilometer ke dalam hutan.

Sesuai dengan salah satu tupoksi resor linhut, patroli pengamanan kawasan menjadi agenda rutin dalam resor perlindungan.

"Patroli kali ini sinergitas dengan jabatan fungsional lain yaitu Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) sebagai upaya pengamanan persiapan pelepasliaran satwa," terang Apo.


Pemantauan dan pengamanan kandang habituasi macan tutul yang saat ini telah selesai menjadi agenda rutin sampai pelaksanaan kegiatan pelepasliaran yang direncanakan tahun 2022 ini mulai dari identifikasi kemungkinan gangguan dari oknum tertentu dan sarana prasarana penunjang diantaranya saluran air.

Untuk diketahui, Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) penghuni Hutan Gunung Ciremai, Jawa Barat  Slamet Ramadhan, segera miliki pasangan baru sebagai teman hidupnya. 

Hal ini menyusul rencana pelepasliaran seekor Macan Tutul Jawa Betina dalam waktu dekat oleh pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di hutan Ciremai. 

Rasi, macan tutul betina ini didatangkan dari PPS Cikananga, sebagai lembaga konservasi telah menerima satwaliar dari masyarakat umum atau pihak lain melalui BBKSDA Jawa Barat. 


TN Gunung Ciremai merupakan  kawasan pelestarian alam memberikan ruang bagi sumberdaya alam hayati untuk hidup dan berkembangbiak. Salah satu yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem adalah top predator dengan jenis macan tutul. (Nars)

Diberdayakan oleh Blogger.