Ads Top

Dianggap Sakiti Orang Sunda, Dewan Kebudayaan Kuningan Protes Keras, Minta Arteria Dahlan Minta Maaf dan Segera di-PAW

Wakil Dewan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dodo Suwondo

KUNINGAN - Reaksi keras terhadap pernyataan kontroversial yang disampaikan Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, yang mengatakan Jaksa Agung harus memecat seorang Kejati yang menggunakan Bahasa Sunda dalam sebuah rapat kerja, terus bermunculan. Salah satunya, disampaikan oleh Wakil Dewan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dodo Suwondo. 


Seijin Ketua Dewan Kebudayaan Kuningan, Uhar Suharfaputra, Dodo yang juga tokoh masyarakat Kabupaten Kuningan ini meminta Arteria Dahlan agar segera meminta maaf kepada masyarakat Tatar Sunda. 

"Kami protes keras, kami tidak suka, saat menyampaikan hal itu (bahwa Kejagung harus memecat Kejati karena menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat) Bahasa tubuhnya pun sudah terlihat satu kemarahan dan kesombongan, " tegas Dodo. 

Ia menambahkan, pernyataan Arteria jelas telah menyakiti hati masyarakat Tatar Sunda yang memang menggunakan Bahasa Sunda. 

"Tuntutan kami, satu, Arteria Dahlan harus minta maaf kepada Masyarakat Tatar Sunda dan Jawa Barat, atas pernyataannya yang konyol itu, " ujarnya. 

Kemudian, katanya lagi, kepada para petinggi partai, agar Dia diberikan PAW (diganti dengan proses Pergantian Antar Waktu), segera diganti dengan kader lain. 

"Saya yakin kader-kader di partai tersebut masih ada orang-orang yang berkualitas,  berdedikasi tinggi dan memiliki kompetensi yang baik dan hebat, " ungkap Dodo. 


Selanjutnya, Ia mendorong ada tindak lanjut dari semua jajaran partai mulai dari tingkat DPC, DPW hingga Pusat,  agar memberikan sanksi sosial yang sesuai dengan apa yang dilakukan Arteria. 

"Sampaikan kepada Badan Kehormatan (BK) DPR RI agar memberikan pelajaran kepada Arteria agar menjadi orang yang baik, " katanya. 

Dodo menuding dalam track-record nya, Arteria sering melakukan perbuatan yang kurang bagus dalam setiap kesempatan di ruang publik. 

"Bahasa yang dilontarkan Arteria sering kasar, tidak sopan, songong dan tidak mengenakkan, " tandas Dodo. 

Untuk diketahui, dalam sebuah pertemuan dengan Jaksa Agung, Politisi PDIP, Arteria Dahlan mengatakan bahwa ada seorang Kajati yang menggunakan Bahasa Sunda saat rapat. 

"Ada Kajati Pak, yang dalam rapat yang dalam raker itu ngomong pake Bahasa Sunda, ganti itu Pak, " ujarnya.

(Nars) 

Diberdayakan oleh Blogger.